5 Fakta Peter Sondakh, Orang Terkaya dari Manado, Miliki Kekayaan 27 Triliun, Bangun Kerajaan Bisnis

Meski begitu, bukan hal yang mudah bagi Peter membangun kerajaan bisnisnya, kedekatan dengan Orde Baru membuat langkah bisnisnya berjalan dengan baik.

5 Fakta Peter Sondakh, Orang Terkaya dari Manado, Miliki Kekayaan 27 Triliun, Bangun Kerajaan Bisnis
Peter Sondakh 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Peter Sondakh bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi. 

Pengusaha sukses yang lahir di Kota Manado 1953 ini sudah sangat dikenal di dunia bisnis nasional bahkan internasional.

Tak hanya menjadi orang terkaya dari Kota Manado, Peter juga masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.

Bahkan kekayaan bos Rajawali Corpora ini mengalahkan kekayaan calon wakil Presiden Sandiaga Uno dan Wakil Presiden saat ini Jusuf Kalla.

Meski begitu, bukan hal yang mudah bagi Peter membangun kerajaan bisnisnya, kedekatan dengan Orde Baru membuat langkah bisnisnya berjalan dengan baik.

Berikut lima fakta tentang Peter Sondakh:

1. Anak Pengusaha

Peter Sondakh

Dikutip dari wikipedia Peter Sondakh lahir di Manado, 23 Juli 1953. Ia terlahir sebagai anak dari pengusaha. Ayahnya sendiri berkecimpung dalam usaha ekspor kayu dan minyak kelapa sejak 1954.

Sayangnya, saat Peter berusia 20 tahun, ayahnya pergi untuk selama-lamanya. Usaha yang dijalankan ayahnya kemudian ia ambil alih. Sebab, bagaimanapun cuma dirinya lah yang bisa diandalkan buat memenuhi kebutuhan keluarganya.

2. Dirikan Rajawali Corpora

peter sondakh

Pada 1984, Peter Sondakh membangun perusahaan yang diberi nama PT Rajawali Wira Bhakti Utama. Perusahaan ini yang kemudian menjadi cikal bakal dari Rajawali Corpora.

Sebelum merintis Rajawali, Peter sebenarnya memiliki usaha lewat kepemilikan saham di PT Bumi Modern. Perusahaan tersebut bergerak di bisnis properti.

Usahanya dalam membesarkan perusahaan-perusahaannya tersebut berbuah hasil yang memuaskan. PT Rajawali Wira Bhakti Utama menjelma menjadi raksasa bisnis dengan nama Rajawali Corpora.

3. Bangun Sektor Bisnis di Rajawali Corpora

peter sondakh
RTV (tempo)

Beberapa sektor bisnis sukses digarap Rajawali Corpora. Misalnya aja mendirikan stasiun televisi RCTI tahun 1987, perusahaan taksi Express Group tahun 1989, Sheraton Hotels and Resorts tahun 1990, akuisisi perusahaan rokok Bentoel Group tahun 1991, dan mendirikan XL tahun 1995.

Gak cukup sampai di situ, Rajawali Corpora terus melakukan ekspansi bisnis. Mulai dari bangun Velo Networks tahun 2001, akuisisi Bukitasam Transpacific Railways tahun 2010, hingga akuisisi Four Seasons Hotel Jakarta tahun 2011.

Ini masih ditambah lagi dengan pendirian Rajawali Televisi (RTV) tahun 2014, PT BW Plantation (BWPT) tahun 2014, dan Fortune Indonesia (FORU) tahun 2014.

Kemudian pada 2015, Rajawali Corpora mendirikan Eagle High Plantations, membangaun Langkawi International Convention Center (LICC) di Malaysia, hingga membangun St. Regis Langkawi Hotels and Resorts pada tahun 2016.

4. Kekayaan 27 Triliun

peter sondakh
Jadi konglomerat (glamourindonesia)

Berkat kerajaan bisnis yang dibangunnya, Peter Sondakh bisa meraih kekayaan hingga US$ 1,9 miliar atau Rp 27 triliun. Gak heran kalau majalah Forbes menempatkannya dalam daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia.

Dalam daftar tersebut, namanya bersanding dengan konglomerat-konglomerat Indonesia lainnya. Sebut saja Theodore P. Rachmat, Murdaya Poo, Prajogo Pangestu, Mochtar Riady, Chairul Tanjung, Tahir, Sri Prakash Lohia, Michael Hartono, hingga Budi Hartono.

5. Dituding Bantu Pelarian Najib Razak

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (MOHD RASFAN / AFP)

Satu diantara penyebabnya yakni beredarnya isu yang menyebut bahwa CEO sekaligus Chairman Rajawali Corpora, Peter Sondakh menjadi orang yang hendak membantu kepergian mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan sang istri, Rosmah Mansor.

Dalam pemberitaan yang beredar, Najib Razak telah mengalami kekalahan dalam Pemilu Malaysia, ia dikalahkan oleh mantan Mentornya sendiri, Mahathir Mohamad yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Kemudian pada Jumat malam, beredar kabar bahwa Najib dan sang istri hendak bertolak ke Jakarta dengan menumpang pesawat jet pribadi.
Pesawat tersebut disebut merupakan milik dari pebisnis Indonesia.

Najib dan sang istri dijadwalkan terbang dari Bandara Subang menuju Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 10 waktu setempat.

Namun pada akhirnya keduanya resmi dicekal oleh pihak Imigrasi Malaysia.

Sehingga pasangan suami istri itu pun batal menyambangi Indonesia. (Valdy Suak/ Sumber)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help