Terkait Kasus Suami Tikam Istri hingga Tewas di Bolmong, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka melakukan penganiayaan karena cemburu.

Terkait Kasus Suami Tikam Istri hingga Tewas di Bolmong, Penyebabnya Diduga karena Cemburu
Istimewa
Polisi mengikat tangan tersangka penikam istri hingga tewas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kasus penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga dengan senjata tajam yang dilakukan lelaki berinisial HD (43), terhadap korban Sunarti Mamonto, yang juga istrinya, di Desa Ayong Dusun V Kecamatan Sang Tombolang , Kabupaten Bolmong, menghebohkan warga sekitar.

Korban yang merupakan istri tersangka meninggal dunia akibat kejadian ini.

Kasubag Humas Polres Bolmong AKP Syaiful Tammu mengatakan, tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka melakukan penganiayaan karena cemburu.

"Sementara ada indikasi tersangka curiga dan cemburu kepada korban. Namun masih dikembangkan," ujar AKP Syaiful Tammu kepada Tribun Manado.

Kejadiannya terjadi Selasa (11/9/2018) pukul 01.30 Wita di Desa Ayong.

Baca: Suami Penganiaya Istri hingga Tewas di Bolmong Diperiksa Penyidik, Terdengar Kata Menyesal

"Menurut keterangan saksi Sudio Halim, (42) Warga Desa Ayong saat itu dia sedang tidur. Sekitar pukul 01.30 Wita dia tiba-tiba terbangun mendengar suara teriakan," ujar Kasubag Humas Polres Bolmong AKP Syaiful Tammu.

Selanjutnya saksi keluar dari dalam rumah dan melihat di rumah Keluarga Mamonto-Derek telah berkumpul sekitar lima orang.

"Saksi langsung mendekati rumah tersebut dan melihat korban Sunarti Mamonto tergeletak serta berlumuran darah di depan pintu rumahnya," ujar AKP Syaiful.

Baca: Kronologi Suami Tikam Istri hingga Tewas di Bolmong, Anak Korban Lihat Ibunya Disiram Cairan

Rajab Mamonto, (58) yang merupakan ayah korban juga waktu itu terbangun karena mendengar ada suara yang memanggil.

Mereka mengatakan bahwa ayah dan ibu dari cucunya sedang berkelahi.

"Mendengar suara panggilan tersebut saksi bangun kemudian membuka pintu rumahnya, langsung bergegas menuju ke rumah anaknya yakni Keluarga Mamonto-Derek," ujar AKP Syaiful.

Saat tiba di rumah tersebut, saksi mendapati lampu dalam rumah dimatikan kemudian saksi memanggil nama korban, sambil mencarinya ke dalam kamar.

Tetap saja tidak ada yang menyaut. Saksi kemudiam menyalakan lampu dalam rumah dan mendapati korban Sunarti Mamonto tergeletak di pintu depan rumah dalam keadaan berlumuran darah.

"Melihat hal tersebut saksi langsung berteriak dan minta tolong. Tak lama kemudian datang beberapa warga yang berada di sekitar rumah korban. Mereka membawa korban ke Puskesmas Maelang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban sudah meninggal dunia," ujar AKP Syaiful. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved