Suami Bunuh Istri di Bolmong, Psikolog Sebut Adalah Lingkaran Setan

Kasus pembunuhan suami kepada istrinya di Bolmong, Sulawesi Utara (Sulut), menurut Psikolog Sulut Orley Charity Sualang sebagai lingkaran setan.

Suami Bunuh Istri di Bolmong, Psikolog Sebut Adalah Lingkaran Setan
ISTIMEWA
Orley Charity Sualang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus pembunuhan suami kepada istrinya di Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), menurut Psikolog Sulut Orley Charity Sualang sebagai lingkaran setan.

Hal itu dikatakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini ketika dihubungi TribunManado.co.id, Selasa (11/09/2018).

Orley mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga terdiri dari empat tahapan, yakni terjadinya ketegangan penyebabnya adalah faktor kemiskinan atau ekonomi, dan faktor miskomunikasi.

"Tahapan kedua yakni terjadinya bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Bentuknya bisa beberapa jenis seperti fisik (pemukulan, penganiayaan, pembunuhan), verbal (cekcok, mengejek, menyindir, berdebat, dan lainnya), psikis (tersinggung, sensitif, merasa difitnah, dan merasa dituduh), serta seksual (dipaksa berhubungan dengan cara tidak wajar atau tidak disukai dengan orang lain seperti untuk tujuan komersial)," kata dia.

Tahapan ketiga, lanjut dia, adalah rekonsiliasi.

Di mana pelaku meminta maaf kepada korban, dan korban selalu memaafkannya.

"Tahapan keempat yakni bulan madu. Tahap ini terjadi ketika peristiwa KDRT 'dilupakan' oleh suami-istri. Namun tahap ini akan kembali terulang dari tahap satu karena tidak ada penyelesaian yang solutif dan efektif," bebernya.

Ia menambahkan kondisi psikis yang dialami oleh suami kepada istri dan sebaliknya ketika mengalami "lingkaran setan" KDRT ini adalah frustrasi, kondisi kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan.

Frustrasi yang tidak dapat diatasi ini akan mengarah kepada depresi (kondisi medis yang berdampak negatif terhadap pikiran, perasaan dan perilakunya).

Depresi yang tidak dapat diatasi pun juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan schizoprenia dan kematian akibat bunuh diri.

"Terkait kasus di atas, frustrasi yang dialami suami menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu, tidak dapat berpikir rasional, emosi yang labil sehingga pengambilan keputusan pun yang dipilih adalah solusi tercepat dan tidak menggunakan logika, yaitu membunuh," tegasnya. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help