Rupiah Melemah terhadap Dolar, Menkeu: Justru Negara Untung

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indarwati menyatakan kondisi APBN 2018 justru surplus saat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar

Rupiah Melemah terhadap Dolar, Menkeu: Justru Negara Untung
Youtube
Hari Terakhir Lapor SPT, Sri Mulyani Cek Kantor Pajak, Hasilnya Begini 

Menurut Sri Mulyani, ada faktor-faktor dari luar negeri yang membuat perekonomian Indonesia harus tetap waspada. Di antaranya peningkatan suku bunga dan pengurangan likuiditas yang terus dilakukan oleh pemerintah AS.

Sri Mulyani mengatakan pelemahan Rupiah yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan oleh arus modal yang keluar atau capital outflow yang juga dialami oleh negara-negara berkembang.

"Capital inflow tahun ini tak sekuat 2016 dan 2017. Kemudian capital outflow meningkat akibat kebijakan moneter Amerika Serikat sehingga menimbulkan sentimen kepada Rupiah," imbuhnya.
Di sisi lain, kebijakan moneter yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat masih akan menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia di tahun 2019.

"Perkembangan ekonomi global masih berlangsung, pemulihan diharapkan berlangsung di seluruh negara, namun pemulihan ekonomi dunia juga memicu resiko yang meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan, ada dua tindakan normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat yang berpengaruh kepada ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Pertama, AS meningkatkan suku bunga sesuai dengan perkembangan ekonomi negara mereka dan sesuai target inflasi yang ditetapkan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yaitu sebesar 2 persen. Kedua, adalah tindakan mengurangi likuiditas secara bertaha.

Dua kebijakan moneter itu dilaksanakan oleh AS sebagai tindak lanjut dari krisis yang mereka alami pada 2008 lalu. "Mereka menyesuaikan kembali atas dua tindakan luar biasa yang mereka lakukan saat mengatasi krisis tahun 2008 di mana mereka menekan suku bunga serendah mungkin sampai mendekati 0 persen dan mencetak dolar sebanyak-banyak," ujarnya. (tribun network/zal/coz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help