Rasa Kesepian Memuncak Setelah Melewati Masa Kuliah

Setelah masa itu lewat, fase hidup selanjutnya ternyata justru berlawanan. Kebanyakan orang akan merasa hidupnya kesepian.

Rasa Kesepian Memuncak Setelah Melewati Masa Kuliah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Jadi, mengapa masih banyak yang tak melakukannya?

Mulai dari jumlah "likes" pada laman Facebook hingga pencapaian di Tinder. Banyak orang saat ini menginvestasikan diri di sana, membuat otak kita hanya terfokus pada hasil positif.

Mark Wildes, Penulis "Beyond the Instant", buku tentang menemukan kebahagiaan dalam era serba cepat, menyatakan, kelompok usia milenial tumbuh dengan kebiasaan mendapatkan apa yang diinginkan secara instan dan cepat.

Misalnya, koneksi internet yang cepat di ponsel mereka membuat mereka resah menunggu sesuatu terlalu lama.

Termasuk ketika bicara soal hubungan, banyak dari mereka terbiasa dengan hubungan yang dibangun dengan memilih "ya" atau "tidak" seperti pola pada Tinder.

Pada umumnya, kita berada pada lingkaran setan: takut distigmatisasi bahwa kita merasa kesepian, jadi kita merawat diri kita dan justru merasa lebih kesepian.

Carla Manly, PhD, psikolog klinis di California dan penulis buku "Joy Over Fear" menggarisbawahi bagaimana lingkaran setan tersebut bisa menghancurkan kita jika kita biarkan berlanjut.

Kesepian akan membuat seseorang malu dan enggan menceritakan pada orang tentang rasa kesepian tersebut. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan membuat rasa depresi dan terisolasi yang dialami seseorang lebih kuat.

Jika kita tetap memikirkan untuk mendapatkan yang kita inginkan, hal ini akan selalu berujung kekecewaan.

Lagi-lagi, saran untuk mengusir kesepian tersebut adalah: pergi keluar dan melakukan sesuatu.

Halaman
1234
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help