Rasa Kesepian Memuncak Setelah Melewati Masa Kuliah

Setelah masa itu lewat, fase hidup selanjutnya ternyata justru berlawanan. Kebanyakan orang akan merasa hidupnya kesepian.

Rasa Kesepian Memuncak Setelah Melewati Masa Kuliah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Contoh yang nyata adalah ketika seseorang melihat kehidupan teman-temannya lewat media sosial. Apa yang ditampilkan di media sosial memang tidak mewakili kehidupan asli, tapi tetap saja banyak orang muda merasa sendiri.

Ketika orang lain di media sosial, termasuk influencer dan pesohor, tampak memiliki kehidupan yang lebih baik, hal ini perlahan membuat kita merasa gagal.
Bersosialisasi atau berteman juga semakin sulit seiring bertambahnya usia dan kesibukan mengejar karir. Jika teman-teman dulu mudah ditemui, kini mereka lebih sibuk bahkan tersebar di beberapa kota atau negara.

Sayangnya, Brigham mengatakan, banyak orang malas membangun pertemanan baru. Padahal ikatan sosial akan membantu kita melewati kesepian dalam hidup.

Para psikolog menyebut, setidaknya ada tiga kondisi dalam membuat pertemanan, yakni unsur kedekatan, pengulangan dan interaksi tak terencana, serta latar tempat.

Kondisi ini semakin minim ketika kita sudah meninggalkan kehidupan kampus.

Alisha Powell salah satunya. Perempuan berusia 28 tahun yang bekerja sebagai pekerja sosial di Washington SC itu merasa kesepian. Karena bekerja freelance, ia merasa semakin tak memiliki kesempatan untuk bertemu orang lain.

Tidak memiliki jam kerja kantoran tersebut, menikah dan memiliki anak membuatnya semakin sulit membangun komunitas aktif. Ia merasa tak memiliki waktu menemukan orang-orang yang bisa memahaminya secara mendalam.

Mengempas kesepian

Kita mungkin sudah bosan mendengar saran-saran untuk melawan kesepian. Seperti mengurangi pemakaian media sosial atau menuliskan jurnal bersyukur.

Saran untuk mengempaskan kesepian sebetulnya cukup sederhana: pergilah keluar dan temui orang lain alih-alih hanya berbicara lewat pesan singkat atau media sosial.

Halaman
1234
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help