Masih Bisa Beli Saham Meski Harga Sudah Tinggi

Sepanjang tahun berjalan sampai 7 September 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 7,93%. Meski begitu, masih ada

Masih Bisa Beli Saham Meski Harga Sudah Tinggi
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sepanjang tahun berjalan sampai 7 September 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 7,93%. Meski begitu, masih ada sejumlah saham yang mencetak kenaikan signifikan, lebih dari 100%.

Seperti dua saham emiten kertas milik Grup Sinarmas, yaitu Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Saham TKIM bahkan menjadi jawara dengan kenaikan 352,91% year to date (ytd). Sedangkan INKP menjadi satu-satunya penghuni LQ45 yang mencetak kenaikan melebihi 100%.

Saham lainnya yang menorehkan performa moncer antara lain Intikeramik Alamasri Industri (IKAI), Erajaya Swasembada (ERAA), Smartfren Telecom (FREN) dan Indomobil Sukses Internasional (IMAS).

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, menilai, laju saham INKP dan TKIM seiring dengan kenaikan harga kertas dunia. Pelaku pasar memprediksi sentimen itu akan mendongkrak keuntungan emiten kertas dalam beberapa waktu ke depan.

Dari sisi keuangan, kinerja kedua emiten ini juga positif. Laba TKIM melonjak 3.390% menjadi US$ 147,69 juta. Laba usaha memang hanya naik 6%, tapi emiten ini meraih untung kurs sebesar US$ 23 juta dari sebelumnya rugi kurs senilai US$ 5,80 juta. Keuntungan INKP juga naik 80,73% menjadi US$ 155 juta pada kuartal pertama tahun ini.

Sementara, ERAA diuntungkan dengan adanya larangan membeli barang black market. Sedangkan permintaan terhadap ponsel tetap tinggi. "Tapi, ERAA menghadapi tantangan pelemahan kurs," papar Hans.

Sedangkan, dari sisi sektoral, untuk IKAI, FREN dan IMAS, sejatinya tidak ada katalis khusus yang mendongkrak kinerja emiten tersebut.

Performa keuangan emiten ini juga belum solid. Misalnya, pendapatan IKAI per Juni 2018 turun tajam 82% year on year (yoy). Sedangkan, FREN masih merugi sebesar Rp 684 miliar per Maret 2018.

Hanya, kinerja IMAS yang membaik dengan mencetak laba Rp 37 miliar di semester I-2018, setelah merugi di periode yang sama tahun lalu.

Tapi, kabarnya, FREN dan IKAI berencana mencari dana segar melalui penerbitan saham baru dengan skema rights issue.
Profit taking

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved