KPU Ingin Susun Daftar Pemilih Tetap yang Bersih dari Permasalahan

Kita semua berkomitmen untuk menyajikan DPT bersih untuk Indonesia, mengajak stakeholder pemilu untuk bersama-sama

KPU Ingin Susun Daftar Pemilih Tetap yang Bersih dari Permasalahan
Tribun manado / Ryo Noor
Rakor Bawaslu di Manado pekan lalu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mendapatkan daftar pemilih tetap (DPT) bersih bukan pekerjaan mudah. Demikian disampaikan Viryan Azis , Komisioner KPU RI ketika berkunjung ke Sulut, pekan lalu.

Ia mengatakan, saat ini sedang ribut soal hak dipilih, menyangkut mantan narapidana korupsi. Lembaga penyelenggara pemilu beda pendapat.

Tapi justru hak untuk memilih tidak terlalu diributkan. Hak memilih inilah yang dituangkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Baca: KPU, Bawaslu, Parpol, Masih Cermati DPT

"Kita semua berkomitmen untuk menyajikan DPT bersih untuk Indonesia, mengajak stakeholder pemilu untuk bersama-sama," ujar dia ketika rakor evaluasi Pilkada yang digelar Bawaslu RI di Manado.

Disebutkan ada 25 juta DPT ganda, meski KPU meyakini angkanya tak sepeti disampaikan. KPU sudah berupaya membersihkan DPT.

DPT akan dibedah lagi, Viryan meyakini makin banyak yang melihat makin bagus untuk DPT Bersih.

3 dari 9 elemen DPT dibedah yakni NIK, nama dan tanggal lahir. Saat ini DPT nasional 185.732.093

Ia mencontohkan sebab data ganda, misalnya saat pemutahiran data, si pemilih ketika dikunjungi ditanya masih tinggal di tempat itu, ternyata sudah pindah

"Di tempat pindah juga dilakukan pemutahiran, sudah pasti ganda jadinya," kata dia.

Dasar DPT dari Dafter Penduduk Pemilih Potensial (DP4).
Namun kenyataannya databasenya juga masih menyisakan persoalan

KPU mencatat sejumlah anomali, misalnya NIK invalid, NIK tidak sesuai pengkodean, masih ada salah input sehingga informasi soal data pemilih bermasalah. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help