Kisah Seorang Kopaska yang Tanpa Senjata Menyusup ke Kapal Perang Malaysia Lalu Mengusirnya

Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL sebagai tim aju akan menjadi ujung tombaknya setiap kali Indonesia

Kisah Seorang Kopaska yang Tanpa Senjata Menyusup ke Kapal Perang Malaysia Lalu Mengusirnya
kompasiana
Pasukan elite Kopaska TNI AL  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL sebagai tim aju akan menjadi ujung tombaknya setiap kali Indonesia memiliki masalah perbatasan di lautan dengan negara tetangga, 

Misalnya, krisis perbatasan RI-Malaysia di Ambalat pada pertengahan 2005 lalu

Dalam sebuah momen, seperti diceritakan dalam buku Kopaska: Spesialias Pertempuran Laut Khusus (2012), seorang personel Kopaska TNI AL melaksanakan tindakan heroik demi menjaga keutuhan NKRI.

Saat itu dalam upaya pembangunan mercusuar Karang Unarang sebagai salah satu titik terluar perbatasan, TNI AL menempatkan satu tim Kopaskaasal Satkopaska Armada Timur (Armatim) ke lokasi tersebut.

Baca: Mirip Menu Indonesia, Ini 10 Makanan Paling Digemari Orang Malaysia

Tujuan penggelaran pasukan Kopaska adalah untuk mengamankan proses pembangunan sekaligus juga melindungi para pekerja RI yang ada di situ.

Sebelumnya pihak Malaysia memang pernah berusaha menghambat pembangunan mercusuar tersebut.

Caranya adalah dengan mengerahkan kapal-kapal milik Marine Police dan TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) untuk melakukan manuver-manuver yang bisa menimbulkan ombak tinggi sehingga bisa mengganggu pembangunan mercusuar.

Tak hanya itu, mereka bahkan sempat berlabuh di lokasi pembangunan dan melakukan penganiayaan terhadap para pekerja.

Pada 1 April 2005, sekitar pukul 06.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah), kapal-kapal Malaysia kembali melakukan aksinya.

Baca: Bukan Palestina, Dulu Kaum Yahudi Hampir Pilih Argentina Sebagai Tanah Air, Ini Kisahnya

Dua kapal mereka terdeteksi buang jangkar di jarak sekitar 500 yard dari Pontoon Lius Indah, lokasi di mana tim Kopaska di tempatkan.

Ketika diidentifikasikan dua kapal itu adalah satu kapal milik Marine Police Malaysia, sedang satunya lagi adalah kapal TLDM.

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved