Inilah 8 Negara dengan Risiko Paling Kecil Terpapar Krisis Ekonomi, Indonesia Masuk di Dalamnya

Dalam analisis Nomura, delapan negara tersebut memperoleh skor nol terkait risiko krisis moneter

Inilah 8 Negara dengan Risiko Paling Kecil Terpapar Krisis Ekonomi, Indonesia Masuk di Dalamnya
Bank Indonesia 

Namun, di sisi lain, perekonomian Brasil sedang mengalami pemulihan meski masih cenderung underperform, yang didorong konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejauh ini mencapai 1,1 persen, jauh di bawah ekspektasi sebelumnya, yakni 2,7 persen.

Bank sentral Brasil pun telah melakukan serangkaian upaya stabilisasi real, antara lain kebijakan swap valas. Awal Agustus 2018 lalu pun suku bunga acuan ditahan di level 6,5 persen.

3. Kazakhstan

Presiden Kazakhtan Nursultan Nazarbayev, sebelumnya mengganti nama ibukota menjadi Astana.
Presiden Kazakhtan Nursultan Nazarbayev, sebelumnya mengganti nama ibukota menjadi Astana. ()

Sama seperti negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar mata uang tenge Kazakhstan juga melemah terhadap dollar AS. Bank sentral Kazakhstan menyebut, nilai tukar tenge melemah lantaran ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme AS, dan sanksi yang diterapkan terhadap Rusia, China, dan Turki.

Namun, bank sentral tetap mempertahankan rezim nilai tukar mengambang dan siap melakukan intervensi untuk stabilisasi tenge. Selain itu, negara tersebut juga terus mengembangkan pariwisata.

4. Bulgaria

Perempuan mengenakan kostum tradisional Bulgaria berpose di depan Gereja St Stephen Bulgaria, yang juga dikenal sebagai Gereja Besi, setelah peresmian pembukaan kembali, di Istanbul, Minggu (7/1/2018).
Perempuan mengenakan kostum tradisional Bulgaria berpose di depan Gereja St Stephen Bulgaria, yang juga dikenal sebagai Gereja Besi, setelah peresmian pembukaan kembali, di Istanbul, Minggu (7/1/2018). (AFP/Ozan Kose)

Pemerintah Bulgaria tengah mengusahakan keanggotaan mata uang euro dan uni perbankan Uni Eropa hingga Juni 2019 mendatang. Oleh karena itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perekonomian Bulgaria.

Hal ini turut membuat perekonomian negara tersebut cenderung solid. Beberapa syarat itu antara lain perbaikan bingkai kerja keuangan makro, memperkuat pengawasan sektor keuangan non-bank, serta upaya lebih keras dalam memberantas pencucian uang.

Reuters mewartakan, inflasi Bulgaria cenderung rendah. Selain itu, anggaran Bulgaria pun mengalami surplus dan rasio utang pemerintah cenderung rendah.

5. Peru

Halaman
1234
Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved