DPKP Manado Minta Warga Laporkan Kasus Rabies

DPKP Kota Manado melalui sekse kesehatan hewan mengaku sulit menjangkau informasi rabies di tiap kelurahan, jika ada ada laporan dari warga.

DPKP Manado Minta Warga Laporkan Kasus Rabies
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Persatuan dokter hewan Indonesia Sulut 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado melalui sekse kesehatan hewan mengaku sulit menjangkau informasi rabies di tiap kelurahan, jika ada ada laporan dari warga.

"Untuk kasus di Tongkaina, kami tak mendapat informasi soal itu. Kalau tak ditanya soal ini, saya tak tahu malah," ujar Kasie Keswan Dokter Hewan Rudy Lontoh, Selasa (11/9).

Warga yang menemukan kasus rabies agar segera melapor ke pemerintah. Apakah lewat pemerintah kelurahan dulu atau langsung melapor ke DPKP. Tim akan langsung turun.

"Jika dapat laporan, pasti kami turun. Itu menjadi program wajib kami untuk memvaksin anjing,"ujarnya. Data tahun 2017 ada 34.354 populasi anjing di Manado dengan sebaran vaksi 7.760 yang bersumber dari APBN. Angka ini tak jauh beda dengan tahun 2018 ini.

Saat ini tim dari DPKP pun tengah berkeliling melakukan vaksin pada anjing di rumah-rumah warga. Lontoh menyebut program vaksin berlangsung dalam jenjang waktu tertentu, selama vaksin masih tersedia.

"Saya mengimbau masyarakat agar tanggap dengan kasus rabies. Jangan ada kematian dulu baru peduli. Sebab virus ini bisa datang kapan saja. Segera lapor ke pemerintah," jelasnya.

Penulis: Finneke
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved