Diajak Gabung Prabowo-Sandi, Buni Yani Senang: Diminta Berpikir Dahulu

Buni Yani begitu senang dan antusias ketika diajak bergabung tim pemenangan bakal capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

Diajak Gabung Prabowo-Sandi, Buni Yani Senang: Diminta Berpikir Dahulu
TRIBUN JABAR/REZEQI HARDAM SAPUTRO
Buni Yani berorasi usai menjalani sidang kedua di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (20/6/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Buni Yani begitu senang dan antusias ketika diajak bergabung tim pemenangan bakal capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Apalagi, yang meminta hal adalah langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.

"Kemarin itu dia memang kelihatannya senang sih. Belum lama ini dihubungi langsung oleh Pak Djoko Santoso," ujar kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, Jakarta, Senin (10/9).

Djoko Santoso sendiri mengenal Buni Yani sejak kasus pelanggaran Undang-undang ITE terkait video pidato mantan Gubernur

DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bergulir. Selain itu, Buni kerap berdiskusi dengan Djoko Santoso perihal kasusnya. Saat itu, Djoko Santoso yang merupakan mantan Panglima TNI dan kini Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu memberikan saran kepada Buni.

"Kalau bicara dekat sih, ya memang dekat sudah dari lama. Mungkin itu juga yang jadi alasan kenapa ditarik," ungkapnya.

Sebelumnya, Djoko Santoso mengatakan rencananya memasukkan Buni Yani ke dalam tim medsos Prabowo-Sandi. Buni Yani dilihat cocok karena latar belakangnya sebagai seorang dosen komunikasi dan penulis.

Buni Yani dihukum pidana penjara 1 tahun 6 bulan karena terbukti melawan hukum mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Posting-an itu berupa potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 27 September 2016.

Menurut majelis hakim, Buni Yani juga terbukti mengubah durasi video dari 1 jam 48 menit 33 detik menjadi hanya 30 detik.
Putusan PN Bandung dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. Atas vonis itu, baik jaksa ataupun terdakwa sama-sama sedang mengajukan kasasi.

Mengenai kasus hukum yang menimpa kliennya, Aldwin mengatakan masih menunggu proses di Mahkamah Agung (MA) atas kasasi yang diajukan.

"Sejauh ini masih menunggu. Harusnya kan kalau dihitung itu Mei sudah bisa putus. Tapi, sampai sekarang masih belum tahu bagaimana? Kami menghormati proses hukumlah," jelasnya.

Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi tokoh partai pengusung resmi mendaftarkan diri sebagai bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat, (10/8/2018).
Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi tokoh partai pengusung resmi mendaftarkan diri sebagai bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat, (10/8/2018). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help