Bukan Palestina, Dulu Kaum Yahudi Hampir Pilih Argentina Sebagai Tanah Air, Ini Kisahnya

Proses tersebarnya bangsa Yahudi ke seluruh dunia sebenarnya telah berjalan sejak selesainya masa pembuangan Babilonia di abad 6 SM

Bukan Palestina, Dulu Kaum Yahudi Hampir Pilih Argentina Sebagai Tanah Air, Ini Kisahnya

Gerakan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1896 oleh Dr. Theodore Herzl, seorang Yahudi Hongaria di Paris.

Menurut Herzl, satu-satunya obat mujarab untuk menanggulangi anti Semit didunia adalah, menciptakan suatu tanah air bagi bangsa Yahudi.

Baca: Ini Dia, Rabbi Yahudi yang Membela Hak-hak Palestina dan Mengecam Israel

Melalui pamfletnya yang berjudul "Der Yuden Staat” ia telah mempropagandakan cita-citanya itu.

Pada mulanya Herzl belum menegaskan di mana letak tanah air bangsa Yahudi itu. Disebut-sebutnya mula-mula Argentina dan Palestina.

Tetapi dalam kongres kaum Zionis pertama di Basel, Swiss tahun 1897, mereka telah menetapkan Palestina sebagai pilihannya.

Baca: Daftar Peringkat Kekuatan Militer Dunia, Indonesia Masuk Top 15, Ungguli Israel dan Australia

Ada yang beranggapan, bahwa pengertian nation bagi umat Yahudi sekarang ini sesungguhnya telah kabur.

Begitu juga sulit untuk menyebut umat Yahudi itu sebagai volk atau ras, karena pada mereka tak kedapatan lagi keseragaman watak dan ciri-ciri jasmani.

Hal ini diakui pula oleh seorang sosiolog Yahudi terkenal, George Friedman.

Pada garis besarnya sekarang ini ada dua macam orang Yahudi.

Pertama Yahudi Eropa. Mereka berkulit putih, tingkat hidupnya sudah tinggi dan maju, dan dalam segala hal merasa dirinya lebih.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help