RANC Memperbanyak Produk Lokal: Begini Prediksi Rupiah dan IHSG

Pengusaha yang mengandalkan produk impor, jelas menanggung risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat

RANC Memperbanyak Produk Lokal: Begini Prediksi Rupiah dan IHSG
kompas.com
Uang dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pengusaha yang mengandalkan produk impor, jelas menanggung risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Meski PT Supra Boga Lestari Tbk mengaku tak masuk dalam kategori tersebut, upaya antisipasi tetap dilakukan. Yakni denngan memperbesar porsi produk lokal.

Untuk itu, Supra Boga memilih menjalin kerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Badan Ekonomi Kreatif. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham RANC di Bursa Efek Indonesia tersebut juga menggandeng pemasok dan petani perkebunan lokal.

Hanya, Supra Boga tak secara spesifik mengungkapkan realisasi maupun target komposisi produk impor dan lokal yang dimaksud. Yang terang, mereka menjalankan bisnis melalui dua gerai. Gerai 99 Ranch Market yang menyasar segmen pasar atas dan ekspatriat. Adapun gerai Farmers Market membidik segmen pasar menengah.

Sembari memacu pasokan produk lokal, Supra Boga menerapkan strategi harga berupa biaya ditambah margin atau cost plus margin untuk produk impor.

Dengan cara itu, mereka bisa menyesuaikan diri dengan kondisi nilai tukar. Selama ini, Supra Boga mengandalkan pasokan produk impor dari mitra importir dalam negeri.

Kendati tak secara signifikan merasakan efek atas pelemahan rupiah terhadap dollar AS, manajemen Supra Boga tetap berharap kurs membaik. "Intinya kami tetap positif dan terus mendukung pemerintah," ujar Meshvara Kanjaya, Direktur Utama PT Supra Boga Lestari Tbk saat dihubungi KONTAN, Jumat (7/9).

Maka dari itu, Supra Boga masih optimistis dengan prospek bisnis tahun 2018. Berdasarkan catatan KONTAN, tahun ini mereka menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 40 miliar.

Supra Boga juga ingin same store sales growth atau pertumbuhan rata-rata gerai dari semula 1,5% naik menjadi 2%.

Sementara dari Januari-Juni 2018, Supra Boga sudah memenuhi lebih dari separuh target pendapatan maupun laba bersih. Pendapatannya tercatat Rp 1,67 triliun, sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Rp 21,28 miliar (lihat tabel).

Jaringan pemasaran

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help