PTPP Targetkan Konstruksi Tol Pandaan-Malang Kelar

Pembebasan lahan proyek jalan tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 kilometer (km) masih berjalan. Sejauh ini, masih ada 10%

PTPP Targetkan Konstruksi Tol Pandaan-Malang Kelar
Thinkstock/Nelosa
Ilustrasi asuransi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pembebasan lahan proyek jalan tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 kilometer (km) masih berjalan. Sejauh ini, masih ada 10% area kebutuhan lahan yang belum terbebaskan.

Meskipun begitu, manajemen PT PP (Persero) Tbk meyakini target pembangunan proyek bakal rampung sesuai jadwal.

Hingga akhir Agustus tahun ini, konstruksi pembangunan jalan tol Pandaan-Malang mencapai 60%. "Kami optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek jalan tol Pandaan-Malang hingga akhir tahun 2018, sehingga jalan tol tersebut dapat langsung dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019," ujar Lukman Hidayat, Direktur Utama PT PP Tbk melalui rilis kepada media, Minggu (9/9).

Emiten berkode saham PTPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini bertindak sebagai kontraktor utama jalan tol Pandaan-Malang dengan nilai investasi Rp 5,97 triliun. S

ementara pemilik konsesinya adalah PT Jasamarga Pandaan. Komposisi saham Jasamarga Pandaan meliputi 35% PTPP, 60% PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan 5% PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Sambil ngebut menyelesaikan pembangunan jalan tol Pandaan-Malang, PTPP mengejar kontrak baru. Selama Januari hingga Juli 2018, mereka sudah membukukan kontrak baru sebesar Rp 27,19 triliun atau tumbuh 24,38% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Proyek BUMN mendominasi, yakni hingga Rp 13,01 triliun.

Sementara sepanjang tahun ini, manajemen PTPP mengincar kontrak baru senilai Rp 49 triliun. Alhasil, per Juli tahun ini PTPP sudah memenuhi 55,49% dari total target.

Fintech Day 2018 di Manado resmi dibuka, di Four Points by Sheraton Manado, Rabu (8/8/2018), pukul 09.30 Wita
Fintech Day 2018 di Manado resmi dibuka, di Four Points by Sheraton Manado, Rabu (8/8/2018), pukul 09.30 Wita (TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI)

Fintech Kejar Status Berizin

Jumlah perusahaan teknologi finansial berbasis peer to peer (P2P) lending yang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 16 perusahaan. Regulator menyebut ada beberapa tahap yang mesti dilalui pelaku usaha untuk mendapatkan izin.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, pelaku usaha umumnya mengalami kendala dalam pemenuhan sertifikat keandalan hingga standar prosedur pengendalian internal. OJK sengaja memperketat seleksi bagi platform P2P lending untuk menghindari kasus serupa seperti di China. "Kalau kami permudah, terjadi seperti di China.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help