Lawan Polusi Udara, London Andalkan Taksi Listrik

Untuk melawan polusi udara, London secara bertahap mengurangi taksi bermesin diesel ini.

Lawan Polusi Udara, London Andalkan Taksi Listrik
Taksi hitam listrik di kota London 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di London, selama lebih dari 20 tahun, taksi hitam yang juga dikenal sebagai "black cabs" telah menjadi ikon kota.

Sayangnya, keberadaan taksi hitam ini kurang baik untuk kualitas udara kota metropolitan itu. Maka, untuk melawan polusi udara, London secara bertahap mengurangi taksi bermesin diesel ini.

Untuk diketahui, taksi hitam di London memang punya status cult. Tapi mobil ini juga sumber polusi utama.

Hal itu jauh berbeda dengan taksi listrik. Mobil ini tidak bising dan lebih bersih dibanding mobil bermesin diesel.

Selain itu, taksi listrik juga punya berbagai keunggulan lainnya.

"Pintu membuka ke arah yang berlawanan. Penumpang bisa masuk dengan mudah saat lalulintas padat," kata Paul Chrisostomou, salah satu sopir taksi listrik.

"Di sini ada USB port juga Wifi. Semua terkoneksi, dan dikendalikan oleh sopir", jelasnya.

Taksi diesel lawas tentu tidak bisa bersaing melawan semua fitur modern itu.

Ini membuat para pemilik taksi hitam kebingungan. Apalagi harga taksi listrik 25 persen lebih mahal ketimbang taksi diesel.

Steve Kenton, sopir taksi hitam bercerita, "Harganya 62.000 Pound. Untuk satu taksi baru. Sebagai gambaran: harganya ada pada kisaran yang sama dengan sebuah Maserati atau Porsche kelas menengah."

Meski dengan harga yang mahal, London tetap punya target ambisius menjadi kota dengan emisi nol pada tahun 2050.

Untuk memenuhi ambisi itu, pemerintah memberikan subsidi sebesar 8.500 Euro untuk pembelian taksi listrik baru.

Baca: Polusi Udara di Jakarta Masuk 3 Besar Terburuk di Dunia

Jemima Hartshorn ingin taksi diesel pencemar udara lenyap dari jalanan London jauh lebih cepat lagi. Dia peduli terhadap kesehatan anak-anak di ibukota Inggris itu.

Itu sebabnya dia mendirikan yayasan "Mums for Lungs".

"Terutama di pusat kota London, taksi hitam ini kontributor terbesar nitrogen oksida dan partikel halus. Bagus sekarang perlahan ditarik dari jalanan," tutur Hartshorn.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved