Harga Cabai di Sitaro Masih Tinggi Sejak Idul Fitri, Sementara Tomat Turun Drastis

Kenaikan harga bumbu dapur seperti cabai sudah semenjak semenjak hari raya Idul Fitri lalu.

Harga Cabai di Sitaro Masih Tinggi Sejak Idul Fitri, Sementara Tomat Turun Drastis
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Penjual di pasar Ulu Siau, Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu (29/08/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Barang-barang di Kabupaten Kepulauan Sitaro sering mengalami kenaikan. Seperti harga bumbu dapur yang masih tinggi dijual di pasar tradisional di Siau.

Seperti cabai rawit yang saat ini masih tertahan pada angka Rp 60 ribu per kilogram.

Dikatakan oleh penjual bumbu dapur di Pasar Tradisional Siau, kenaikan harga bumbu dapur seperti cabai sudah semenjak semenjak hari raya Idul Fitri lalu.

Baca: Wisatawan ke Sitaro Terus Alami Peningkatan

"Cabai rawit yang masih bertahan dengan harga Rp 60 ribu per kg," kata Cani Kasim, penjual di Pasar Ulu Siau tersebut.

Selain cabai rawit yang tergolong masih tinggi, bawang merah dan bawang putih juga masih bertahan di angka Rp 50 ribu rupiah per kg.

Dari bumbu dapur yang masih tinggi tersebut, ada bumbu dapur berupa tomat yang turun drastis.

"Sebelumnya harga naik menjadi Rp 15 ribu per kilogramnnya, sekarang turun menjadi Rp 5 ribu," tambah Kasim.

Terpisah, sejumlah pembeli harus pintar-pintar untuk mengatur keuangan, demi mencukupi kebutuhan keluarga.

"Semua serba terukur, karena harga bumbu dapur saat ini masih tinggi, bahkan tergolong makin naik," ucap Ibu Mira.

Sebagai warga, kata dia hanya bisa berharap harga dapat kembali turun.

"Semoga harga akan segera turun. Sebab cuaca menjadi salah satu pemicu harga di pasaran naik," ujarnya berharap. (oly)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help