Pembunuhan di Kuhanga

Cerita Dibalik Pembunuhan di Bolmut, Serka Iskandar Berusaha Lindungi Pelaku dari Amukan Massa

Kasus perkelahian sampai pada pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di sebuah bengkel di Desa Kuhanga.

Cerita Dibalik Pembunuhan di Bolmut, Serka Iskandar Berusaha Lindungi Pelaku dari Amukan Massa
Istimewa
Tentara coba menenangkan Massa yang mencari Pelaku Pembunuhan 

Mereka tak terima atas pembunuhan dengan senjata tajam yang diduga dilakukan Yonior terhadap Arpan Talaba (25), warga  Desa Kuhanga, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolmut, pada hari yang sama. 

Pembunuhan terjadi menyusul perkelahian yang diwarnai penikaman antara Yonior dengan Arpan di perempatan jalan perbatasan Desa Mome dan Kuhanga sekitar pukul 09.00 Wita

Danramil Bintauna Kapten Inf Edy Sakli menjelaskan, dalam perkelahian, Yonior menusuk bagian kiri leher Arpan.

Sejumlah warga sempat menyaksikan peristiwa berdarah itu. Melihat warga mulai berdatangan, Yonior mencoba kabur lari ke sawah. Massa memburunya.

Selang beberapa jam kemudian, kata Danramil, pelaku berlari ke rumah Serka Iskandar Mardani (Batuud Ramil 15/ Bintauna) dengan cara mendobrak pintu bagian dapur, kemudian ia bersembunyi di bumbungan (kerangka) rumah.

Baca: Deretan Makna Datangnya Tahun Baru Islam, Introspeksi Diri hingga Mengenang Hijrah Nabi Muhammad SAW

Pada saat itu, ibu Sumarni Papatayan, istri Serka Iskandar Mardani kaget melihat ada kerumunan warga  berada di sekeliling rumahnya untuk mencari  Yunior. 

Sumarni langsung pingsan. Melihat ini, tetangga dekatnya memberikan pertolongan awal sebelum melarikannya ke Rumah Sakit Bintauna.

Setelah itu, anggota Polsek bersama Babinsa mendatangi rumah Serka Iskandar dan meminta pelaku untuk segera turun dari tempat persembunyian

Baca: Putri Diana Ternyata Punya Gaun Pernikahan Cadangan yang Tak Pernah Dipakainya

Selang beberapa jam kemudian, beberapa di antara kerumunan warga yang berangsur-angsur bertambah banyak ini akhirnya melihat keberadaan pelaku di rumah Iskandar Mardani.

Begitu menemukan pelaku di rumah Iskandar Mardani, puluhan warga langsung menghantam wajah dan kepalanya dnegan dengan pot dan batu. Akibatnya, wajah dan kepala pelaku terluka parah.

Sekitar pukul 10.00 Wita, massa sekitar 400 orang yang mulai beringas ini akhirnya secara membrutal memaksa masuk ke rumah Iskandar Mardani.

Namun, demi menjaga keamanan, aparat Polsek Bintauna, Polsek Sangkub, dan anggota Babinsa Bintauna, menghadang mereka.  Massa diminta  tetap tenang dan  menunggu di luar rumah.

Baca: Ada Dua Hal Besar yang Terjadi Pada Pisces, Berikut Ramalan Zodiak Mingguan, 9 -15 September!

Kemudian Kapolsek Bintauna, Kapolsek Sangkub dan Danramil 15/Bintauna berkoordinasi untuk menghubungi Polsek Bolangitan dan Polsek Kaidipang untuk meminta tambahan bantuan personel agar dapat mengevakuasi pelaku dari rumah Iskandar Mardani.

Danramil menambahkan, sekitar pukul 12.23 Wita pelaku berhasil dikeluarkan dari rumah dengan penjagaan ketat dari Polsek dan Babinsa.
Namun sayang, pergerakan massa tak terbendung. Puluhan personel keamanan kewalahan menghalau mereka.
Di sela-sela aparat mengevakuasi pelaku, massa memukuli pelaku dengan tangan dan batu hingga pelaku pingsan.

Aparat kepolisian dan Babinsa dengan cepat memasukkan pelaku ke dalam mobil patroli polsek untuk mengevakuasi pelaku ke Puskesmas Kecamatan Sangkub.

Pintu rumah Serka Iskandar Mardani bagian belakang rusak akibat dobrakan pelaku dan pot di dalam rumahnya pecah.

Sementara korban Arpan Talaba yang menderita luka tusuk di leher sudah dilarikan ke RS Bintauna. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong.

Informasi terakhir, nyawa Yonior juga tak tertolong dalam perjalanan menuju Puskesmas Sangkub.

Untuk sementara Danramil dan Babinsa menuju Desa Mome melakukan mediasi dengan sangadi terhadap masyarakan agar tidak ada lagi pergerakan masyarakat yang mengakibatkan perkelaihan antar kampung (tarkam).

Keterangan di lapangan menyebutkan Yonior Malentoi adalah target operasi Polsek Bintauna, menyusul kasus penganiayaan terhadap Daeng, warga Desa Kuhanga.

Informasi lain menyebutkan, Yonior sering berbuat onar dan kerap melakukan tindak kekerasan terhadap warga sekitar.

Jenazah Arpan disemayamkan di rumah duka di Desa Kuhanga.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian berangsur-angsur tenang kembali. Warga yang berkerumun sudah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, aparat Babinsa beserta anggota Polsek Bintauna tetap memantau perkembangan situasi pascakejadian.

Ada juga informasi bahwa Yonior menganiaya Arpan karena dendam lama.

Lihat videonya di bawah ini!

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved