Lalu Lintas saat Pengucapan Syukur di Manado Padat, Warga Sebut Lebih Meriah Dibanding Tahun Lalu

Pengucapan syukur di Manado, Minggu (9/9) meriah. Lalu lintas bahkan macet parah saat arus balik kendaraan kendaraan keluar dari Manado

Lalu Lintas saat Pengucapan Syukur di Manado Padat, Warga Sebut Lebih Meriah Dibanding Tahun Lalu
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Pengucapan Syukur di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (09/09/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengucapan syukur di Manado, Minggu (9/9) meriah. Lalu lintas bahkan macet parah saat arus balik kendaraan kendaraan keluar dari Manado.

Tribun Manado memantau arus lalu lintas dari Manado menuju Tomohon, Tanawangko, Minahasa Utara macet parah. Di lorong-lorong maupun jalan utama padat kendaraan bahkan sering terhenti lama.

Pengakuan sejumlah warga Manado, pengucapan syukur tahun kedua dalam rangkaian Manado Fiesta ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun lalu, ada yang datang ke rumah, tapi tak merayakan. Nah tahun ini saya dan keluarga merayakan. Banyak saudara-saudara yang datang. Ada dari Minut ada dari Minahasa Tompaso," ujar Erni, warga Karombasan.

Baca: Pengucapan Syukur Buat Perekonomian dan Persatuan di Manado Lebih Baik

Satu keluarga dari Tompaso, Minahasa datang merayakan pengucapan syukur di Manado tepatnya di Karombasan dan Paniki. Salah seorang warga Eki mengatakan, pengucapan syukur di Manado memang terasa beda.

"Biasanya pengucapan hanya di gunung-gunung. Orang-orang berbondong ke gunung kalau pengucapan. Kali ini kami yang turun gunung. Meriah. Macet sekali," ujarnya.

Ia dan keluarga datang menggunakan mobil ladbak terbuka. Namun ke Manado juga sekalian belanja di supermarket untuk isi warung di rumahnya.

"Jadi pulang sekalian bawa barang buat di warung. Jadi di belakang ada bahan-bahan ada juga muatan orang. Nanti pulang agak larut karena ini macet sekali," katanya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help