Kegempaan Terasa Berurasi 390 Detik, Warga di Sekitar Karangetang Diimbau Waspada

Tingkat aktivitas Gunung Api Karangetang, Kepulauan Sitaro, yang masih dalam status Level II Waspada, alami durasi cukup panjang.

Kegempaan Terasa Berurasi 390 Detik, Warga di Sekitar Karangetang Diimbau Waspada
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Gunung Api Karangetang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Tingkat aktivitas Gunung Api Karangetang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, yang masih dalam status Level II Waspada, alami durasi cukup panjang pada kegempaan tektonik jauh.

Hal ini disampaikan oleh petugas pengamatan Gunung Api Karangetang, Minggu (09/08/2018).

"Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah," kata Didi Wahyudi.

Adapun kegempaan yang terjadi, Hybrid, dengan jumlah : 3, amplitudo : 5-8 mm, S-P : 0 detik, Durasi : 10-11 detik.

Vulkanik dangkal, jumlah : 2, amplitudo : 3-5 mm, durasi : 4-5 detik.

Terasa, jumlah : 1, amplitudo : 44 mm, S-P : 16 detik, Durasi : 390 detik, skala : I MMI. Serta tektonik jauh, jumlah : 8, Amplitudo : 8-44 mm, S-P : 16 detik, durasi : 80-390 detik.

Olehnya tak bosan terus menyampaikan bahwa, masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung, wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 1,5 km dari kawah aktif dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 2,5 km.

"Dengan tujuan mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari material hasil erupsi 2015 karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya," kata Wahyudi.

Lanjutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai. (Tribunmanado.co.id/Jhonly Kaletuang)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved