Kisah Perang Candu, Inggris Jual 1.400 Ton Opium per Tahun ke China

Perang itu tidak selalu disebabkan oleh aneksasi teritorial atau pengaruh budaya, tetapi juga terjadi karena perdagangan

Kisah Perang Candu, Inggris Jual 1.400 Ton Opium per Tahun ke China
Perang Candu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perang itu tidak selalu disebabkan oleh aneksasi teritorial atau pengaruh budaya, tetapi juga terjadi karena perdagangan dan insiden diplomatik.

Begitulah kasus Kerajaan Inggris dan dinasti Qing Cina, yang memiliki sudut pandang dinamis, bergolak, dan saling bertentangan tentang bagaimana hubungan diplomatik dan perdagangan mereka.

Hingga akhirnya mengarah pada Perang Candu atau yang juga dikenal sebagai Perang Anglo-Cina.

Baca: Terungkap Setelah 7 Tahun, Najib Razak Ternyata Bayar Jaksa Kasus Sodomi Sebesar Rp 34 Miliar

Perang Candu Pertama berlangsung dari tahun 1839 hingga 1842 dan diikuti oleh yang kedua mulai tahun 1856 dan berakhir pada 1858.

Konflik-konflik terjadi setelah neraca perdagangan hilang di antara kekuatan Eropa dan kekuatan Asia pada abad ke-17 dan 18 saat terjadi permintaan barang dari China.

Impor sutra dan porselen semakin populer di barat, dan itu dibarengi dengan permintaan yang mendesak dari tradisi minum teh di Inggris.

Selama ini, bagi Cina, pasar hampir tidak ada.

Negara itu mencukupi diri sendiri dan beberapa pernyataan resmi mereka adalah bahwa "tidak ada yang bisa dibawa kapal Eropa melintasi lautan".

Baca: Cerita Orang-orang Penerima Wangsit di Indonesia, Ada yang Gorok Leher Anaknya

Namun, abad ke-18 adalah masa ketika sebagian besar kerajaan Eropa secara berangsur-angsur meluas ke seluruh dunia.

Mereka memberlakukan ekonomi mereka berkat perdagangan maritim, dan di sana ada banyak permainan untuk dimainkan.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help