Hidup di Hutan Baik untuk Usus Anak-Anak

Padatnya jumlah manusia, hunian, kendaraan dan rutinitas dapat menyebabkan depresi hingga permasalahan fisik seperti obesitas.

Hidup di Hutan Baik untuk Usus Anak-Anak
Science Alert
Hutan Bengkok di Polandia  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak orang tidak bisa membayangkan hidup tanpa modernitas perkotaan.

Padahal, padatnya jumlah manusia, hunian, kendaraan dan rutinitas dapat menyebabkan depresi hingga permasalahan fisik seperti obesitas.

Dalam sebuah penelitian, sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang termasuk dua anak-anak mencoba pergi dari kota terbesar Venezuela, Caracas, selama 16 hari untuk tinggal di sebuah desa di dalam hutan bersama suku Ye'kwana.

Melalui momentum ini, para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Venezuela berkesempatan untuk melihat bagaimana cara hidup yang lebih tradisional akan mempengaruhi mikrobioma usus mereka.

Studi ini diterbitkan pada jurnal terbuka mSphere dengan tujuan dapat membandingkan bagaimana kondisi usus penduduk kota dengan para penduduk lokal.

Lebih spesifiknya, untuk mengetahui apakah dengan gaya hidup yang berubah, mirkrobiota di dalam usus menjadi lebih beragam atau tidak.

Baca: 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Darah Menstruasi Keluar Terlalu Banyak

"Di desa ini, tidak ada pasar, tidak ada bodega (toko atau swalayan dalam bahasa spanyol), tidak ada minuman bersoda. Jadi ini menggambarkan pergeseran pola makan secara radikal dari olahan makanan instan di perkotaan menjadi non makanan olahan dan diet alami," ujar Maria Gloria Dominguez-Bello dalam sebuah pernyataan.

Percobaan ini merupakan pergeseran budaya besar dalam rutinitas masyarakat kota.

Mereka makan dua kali sehari dengan sup yang mengandung sedikit daging atau ikan, dan mengganti cemilan dengan akar singkong bertepung.

Tidak hanya itu, mereka juga mengganti waktu alarm mereka untuk menyesuaikan diri dengan ritme sirkadian penduduk desa. Mereka mencuci di sungai tanpa sabun atau pasta gigi.

Halaman
123
Tags
usus
anak
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help