60 Hari BPBD Sitaro Tetapkan Siaga Status Darurat Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan.

60 Hari BPBD Sitaro Tetapkan Siaga Status Darurat Kekeringan
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Kendaraan mengangkut tong air lalu-lalang di Sitaro, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Kurang lebih 60 hari lamanya semenjak 3 September hingga 30 Oktober 2018, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan.

Hal ini di katakan Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten, Sabtu (08/09/2018).

Kata dia lagi, ini dilakukan karena musim kemarau yang terjadi di Sitaro sudah dalam berapa bulan terakhir.

Selain itu, pemerintah daerah untuk meminimalisasi dampak dari kekeringan kebakaran hutan dan lahan.

"Setelah diidentifikasi, langsung kita salurkan persediaan air bersih yang menjadi kebutuhan warga," katanya.

Disadari sebagai kabupaten kepulauan, beberapa wilayah memang sangat membutuhkan air bersih.

Seperti Siau Tengah, Siau Barat Utara dan beberapa tempat lainnya.

Maka dari itu, meminta kepada kapitalau (kepala desa), agar segera melaporkan apabila ketersedian air bersih di wilayahnya sudah tidak ada.

"Jangan membakar lahan karena rentan kebakaran," akhirnya.

Sementara itu, tampak di Kelurahan akesembeka puluhan kali kendaraan yang bermuatan tong untuk mengangkut air bersih lalu lalang membawa air.

"Ada yang dibawa ke kampung-kampung di wilayah Siau Tengah," kata sopir truk mengakhiri. (Tribunmanado.co.id/Jhonly Kaletuang)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved