4 Pemeriksaan Penting untuk Cegah Kanker Serviks

Kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18, ini biasanya tidak menunjukkan gejala atau keluhan pada tahap awal.

4 Pemeriksaan Penting untuk Cegah Kanker Serviks
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kanker seriviks merupakan penyakit yang menjadi momok bagi banyak wanita.

Bagaimana tidak, kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus), terutama tipe 16 dan 18, ini biasanya tidak menunjukkan gejala atau keluhan pada tahap awal.

Gejala atau keluhan tersebut biasanya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium 2 atau lebih.

Keputihan yang berulang meski telah diobati, juga postcoital bleeding (pendarahan pasca senggama), kerap menjadi gejala yang dirasakan.

Meski begitu, bukan berarti kanker ini tidak bisa yang dihindari. Penyebab dan kehadiran kanker serviks dapat dideteksi. Terlebih, kanker ini termasuk yang pertumbuhannya lambat.

Selain itu, sejak aktif berhubungan seksual, pemeriksaan setiap tahun diperelukan untuk memantau kondisi organ kewanitaan.

Baca: 9 Pilihan Cara untuk Atasi Sakit Tenggorokan

Saat ini, terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi pra-kanker.

1. Tes IVA
IVA (inspeksi visual asam asetat) merupakan metode pemeriksaan yang paling mudah, murah, mampu dilakukan di Indonesia. Pemeriksaan leher rahim ini tersedia di semua puskesmas dan bisa digunakan sebagai pendeteksi pertama.

2. Papsmear
Tes ini dilakukan dengan pengambilan contoh sel dari lapisan epitel serviks, yang akan tampak tidak normal bila terjadi perubahan karena infeksi HPV.

Terdapat dua jenis papsmear, yaitu konvensional (tingkat akurasi 50 - 70 persen) dan thinprep (tingkat akurasi 80 persen).

3. Tes DNA HPV
Pemeriksaan molekuler ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen.

Tes ini dapat mendeteksi kemungkinan timbulnya lesi pra-kanker meski belum terjadi perubahan pada sel.

4. Kolposkopi

Pemeriksaan ini menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar semacam mikroskop untuk mengamati bagian yang ter infeksi.

Jika memang ditemukan ada jaringan yang terinfeksi, biopsi terarah (pengambilan sejumlah kecil jaringan tubuh) dapat dilakukan dengan alat ini.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help