Tangkal Rabies dengan Pendekatan One Health di Minahasa

Baru saja kasus gigitan anjing kepada Prince Tahibe (7), warga Desa Pineleng I, Jaga IV terjadi.

Tangkal Rabies dengan Pendekatan One Health di Minahasa
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
Prince Tahibe (7), korban gigitan anjing yang ditangani Tim One Health Minahasa, Sulawesi Utara. 

“Kalau dari kami vaksinnya ada 75 ribu, tapi di daerah bisa saja mereka menambah vaksin dengan APBD masing-masing. Meski itu pun umumnya tak sebanding dengan populasi anjing. Tahun ini kami tak ada anggaran tambahan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Novly Geret Wowiling, yang didampingi Kepala Bidang Peternakan, Grace Sela dan Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Hanna Tioho.

Penanggulangan rabies tak hanya pada kesehatan hewannya, demikian Wowiling. Harus ada kerja sama dengan kesehatan masyarakat. Ia mengaku terus berupaya menjalin komunikasi baik dengan kesehatan masyarakat dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan kabupaten kota untuk berkomitmen memberantas rabies ini. Menurutnya solusi terbaik penanganan rabies adalah dengan pendekatan One Health. Pihak terkait saling terintegrasi untuk sama-sama menangkal rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara, Debie Kalalo melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dokter Arthur Tooy mengaku koordinasi yang telah terjalin baik antara kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan baru ada di Minahasa sebagai daerah percontohan program One Health yang berkonsentrasi pada rabies. Di ranah provinsi, informasi akan cepat masuk hanya jika ada kasus lyssa.

Tahun-tahun sebelumnya hingga kini, jumlah gigitan anjing pada manusia jauh melampaui ketersediaan vaksin pada manusia dari pemerintah. Dinas Kesehatan provinsi sebenarnya telah menganggarkan vaksin di APBD 2018 dalam jumlah yang lumayan. Namun kendalanya ada di perusahaan pembuat vaksin yang tak bisa memenuhi permintaan. “Vaksin ini kan dikirim dari luar negeri. Perusahaan membagikan stoknya ke pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pihak rumah sakit. Yang dibeli sendiri oleh rumah sakit, itu yang berbayar. Kalau vaksin pemerintah itu gratis,” jelasnya.

Info Grafis Kasus Rabies di Sulut

• Tahun 2010 : Kasus gigitan 1.840, gigitan mendapat vaksin anti rabies 530, lyssa 18

• Tahun 2011 : Kasus gigitan 2.961, gigitan mendapat vaksin anti rabies 1.086, lyssa 26

• Tahun 2012 : Kasus gigitan 3.533, gigitan mendapat vaksin anti rabies 1.732, lyssa 36

• Tahun 2013 : Kasus gigitan 2.930, gigitan mendapat vaksin anti rabies 1.355, lyssa 30

• Tahun 2014 : Kasus gigitan 3.698, gigitan yang mendapat vaksin anti rabies 1.791, lyssa 22

• Tahun 2015 : Kasus gigitan 4.437, gigitan yang mendapat vaksin 2.255, lyssa 28

• Tahun 2016 : Kasus gigitan 4.135, gigitan yang mendapat vaksin 1.955, lyssa 21

• Tahun 2017 : Kasus gigitan 4.612, gigitan yang mendapat vaksin 2.293, lyssa 15

• Tahun 2018 hingga Maret : Kasus gigitan 641, lyssa 3

* Sumber Dispertanak Sulut dan Dinas Kesehatan Sulut

Info Grafis Populasi Anjing dan Jumlah Vaksin APBN Tiap Daerah Tahun 2017

• Manado : Populasi anjing 34.354, sebaran vaksin 7.760

• Bitung : Populasi anjing 31.920, sebaran vaksin 7.210

• Tomohon : Populasi anjing 24.354, sebaran vaksin 5.501

• Kotamobagu : Populasi anjing 2.435, sebaran vaksin 550

Minahasa : Populasi anjing 79.620, sebaran vaksin 17.985

Minahasa Utara : Populasi anjing 32.966, sebaran vaksin 7.447

Minahasa Selatan : 39.855, sebaran vaksin 9.003

Minahasa Tenggara : 24.998, sebaran vaksin 5.647

• Bolaang Mongondow : 10.724, sebaran vaksin 2.422

• Bolaang Mongondow Timur : 3.918, sebaran vaksin 885

• Bolaang Mongondow Selatan : 979, sebaran vaksin 221

• Bolaang Mongondow Utara :7.452, sebaran vaksin 1.683

• Kepulauan Sangihe : 20.656, sebaran vaksin 4.666

• Kepulauan Sitaro : 8.260, sebaran vaksin 1.866

• Kepulauan Sangihe : 9.532, sebaran vaksin 2.153

* Sumber Dispertanak Provinsi Sulut

(Tribunmanado.co.id/Finneke Wolajan)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved