Tangkal Rabies dengan Pendekatan One Health di Minahasa

Baru saja kasus gigitan anjing kepada Prince Tahibe (7), warga Desa Pineleng I, Jaga IV terjadi.

Tangkal Rabies dengan Pendekatan One Health di Minahasa
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
Prince Tahibe (7), korban gigitan anjing yang ditangani Tim One Health Minahasa, Sulawesi Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Baru saja kasus gigitan anjing kepada Prince Tahibe (7), warga Desa Pineleng I, Jaga IV terjadi, laporan itu sudah masuk di grup WhatsApp petugas One Health di Kabupaten Minahasa. Sesaat setelah gigitan itu, Prince langsung ke Puskesmas Pineleng bersama neneknya.

Petugas di puskesmas membersihkan luka Prince dan memberinya obat. Perawat menyarankan agar nenek Prince berkoordinasi dengan pemilik anjing untuk mengawasi anjing tersebut. Jika dua minggu setelah gigitan anjing baik-baik saja, berarti cucunya lolos dari rabies.

Kasus pada Prince yang terjadi April 2018 lalu itu mendapat pengawasan dari petugas One Health di Minahasa. Petugas di Puskesmas Pineleng langsung melaporkan kasus tersebut pada tim One Health, meski pada akhirnya gigitan pada Prince tersebut negatif rabies.

Kasus gigitan pada Prince ini menjadi satu di antara 152 laporan yang berhasil ditangani petugas One Health di Minahasa, dalam periode 5 Desember 2017 hingga 30 Juni 2018. Petugas Puskesmas Pineleng sesaat setelah menangani Prince, langsung melaporkan kasus itu di grup WhatsApp. Dari situ, petugas dari kesehatan hewan berupaya mengontrol anjing yang berada di lokasi kejadian dan sekitarnya.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan, Dinas Pertanian, Minahasa, Dokter Hewan Louise Kumaunang mengatakan secara keseluruhan, One Health sudah bisa menangani 41 persen kasus selang enam bulan. Angka ini melebihi target awal.

"Target awal kami hanya 25 persen yang tertangani secara One Health, setelah petugas One Health dilatih. Data kasus rabies dari kesehatan masyarakat selang Januari hingga Juni sebanyak 325 kasus, 152 laporan kami tangani secara One Health," ujarnya Jumat (08/09/2018).

Sejak akhir 2017, Minahasa telah menjalankan pendekatan One Health untuk penanganan zoonosis yang berkonsentrasi pada rabies. Konsep One Health menginisiasi pentingnya penelitian bersama terhadap penularan penyakit lintas spesies dan surveilan serta sistem pengendalian terintegrasi antara manusia, hewan domestik dan hewan liar.

Petugas kesehatan masyarakat, kesehatan hewan domestik serta hewan liar mulai saling melaporkan kejadian yang terjadi di seluruh wilayah di Minahasa. Sebelum ada program ini, baik kesehatan manusia maupun kesehatan hewan sangat sulit mendapat informasi mengenai kasus gigitan pada manusia, maupun kasus rabies pada anjing. Informasi mudah menyebar jika terjadi lyssa atau kematian pada manusia akibat rabies.

“Dulu kami terkendala informasi karena tak ada koordinasi. Nah sekarang kami saling kerja sama, alhasil informasi dengan cepat masuk. Dengan begitu, masing-masing kami bisa tahu apa yang harus kami lakukan, bisa merespon cepat informasi tersebut,” ujar Kumaunang.

Halaman
1234
Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved