IHSG Berpeluang Rebound: KRAS Mengincar Porsi Ekspor Tumbuh 20%-30%

Tahun depan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan pasar ekspor menyerap 20%-30% dari total volume penjualan baja.

IHSG Berpeluang Rebound: KRAS Mengincar Porsi Ekspor Tumbuh 20%-30%
Uang Rupiah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tahun depan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan pasar ekspor menyerap 20%-30% dari total volume penjualan baja. Mereka yakin, target tersebut bisa lebih mudah terwujud sejalan dengan rencana pengoperasian pabrik Hot Strip Mill Nomor 2 (HSM 2).

Saat ini, Krakatau Steel masih dalam tahap merampungkan pembangunan pabrik HSM 2. Berdasarkan catatan KONTAN, operasional pabrik itu akan melengkapi total kapasitas terpasang baja canai panas Krakatau Steel menjadi 1,5 juta ton per tahun.

Selain jaminan kemampuan produksi, Krakatau Steel yakin cita-cita memperbesar porsi penjualan ekspor bakal mendapatkan restu dari pemerintah. Paling tidak, saat ini pemerintah juga sedang getol mengurangi defisit transaksi berjalan dengan mendorong aktivitas ekspor dari dalam negeri. Tujuannya adalah menambah sumber devisa negara.

Selain itu, Krakatau Steel memiliki misi untuk membuka kembali keran ekspor. "Nanti kami tak hanya mengincar negara tetangga Malaysia saja, tapi mulai memperluas pasar ke negara ASEAN lainnya, juga menjajaki Jepang dan Australia," tutur Purwono Widodo, Direktur Marketing PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kepada KONTAN di Jakarta, Kamis (6/9).

Hingga Juni tahun ini, kontribusi nilai penjualan baja ekspor Krakatau Steel belum seberapa jika dibandingkan dengan penjualan baja lokal. Ekspor baja senilai US$ 16,71 juta, hanya setara dengan 2,28% terhadap nilai penjualan baja lokal yang mencapai US$ 731,37 juta.

Namun, dalam periode tersebut penjualan baja ekspor dan baja lokal kompak naik. Nilai penjualan baja ekspor Krakatau Steel periode semester I 2018 naik lebih dari tiga kali lipat dalam periode year on year (yoy). Sementara penjualan baja lokal tumbuh 38,32% yoy.

Khusus untuk penjualan baja lokal, Krakatau Steel menilai pertumbuhannya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sepanjang paruh pertama tahun ini, ekonomi Indonesia tumbuh 5,17% sedangkan konsumsi baja lokal naik sebesar 5,51%. Pada saat yang bersamaan, mereka menikmati tren kenaikan harga baja yang mengacu pada pasar global.

Sementara itu, secara keseluruhan penjualan baja Kraktau Steel pada semester I tercatat sebesar US$ 748,08 juta atau 87,57% terhadap total pendapatan bersih US$ 854,27 juta. Sisa kontribusi pendapatan bersih berasal dari bisnis real estat dan perhotelan, rekayasa dan konstruksi, jasa pengelolaan pelabuhan dan jasa lain.

Hingga akhir tahun nanti, manajemen Krakatau Steel menargetkan volume penjualan baja sebanyak 2,8 juta ton. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham KRAS di Bursa Efek Indonesia tersebut berharap, 10% di antaranya bisa mereka jajakan di pasar mancanegara.
Sementara untuk kinerja keuangan, manajemen Krakatau Steel mengincar pertumbuhan pendapatan 20%. Realisasi pendapatan tahun lalu sebesar US$ 1,45 miliar. Mereka juga berharap mengantongi laba pada tahun ini.

KRAS Ubah Alokasi Dana

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help