Deretan Pulau Paling Berbahaya di Dunia, Ada yang Berisi Virus Anthrax

Berkunjung ke beberapa pulau paling berbahaya di dunia ini justru akan mengantarkanmu pada kematian.

Deretan Pulau Paling Berbahaya di Dunia, Ada yang Berisi Virus Anthrax
ahladang.com
Pulau Izu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lupakan pantai yang bermandikan sinar matahari, laut biru dan langit tak berawan.

Berkunjung ke beberapa pulau paling berbahaya di dunia ini justru akan mengantarkanmu pada kematian.

Ada yang berisi virus berbahaya sampai hewan beracun.

Dilansir TribunTravel.com dari laman lifedeathprizes.com, berikut 5 pulau paling berbahaya di dunia.

1. Pulau Gruinard

(timeincuk.net)

Baca: Lubang Api Raksasa, Door to Hell Asal Turkmenistan yang Tak Pernah Padam Sejak 1971

Jika kamu menghirup spora anthrax, kamu akan mati.

100kg virus anthrax yang disemprotkan ke kota akan membunuh 3 juta orang.

Itulah mengapa virus ini akan menjadi senjata yang sangat mematikan dan sangat efektif dalam perang biologis.

Kembali pada 1942, Inggris sedang berperang.

Dan para ilmuwan sangat ingin menguji seberapa mematikan dan seberapa efektif anthrax.

Mereka mengumpulkan 50 ekor domba dan membawa mereka ke Pulau Gruinard yang terpencil dan tidak berpenghuni, yang jaraknya tidak jauh dari pantai dari Dataran Tinggi Skotlandia.

Para ilmuwan kemudian mengebom pulau dengan anthrax. Tiga

hari kemudian, domba-domba itu mulai mati.

Pertama, domba akan merasa demam.

Namun itu akan menjadi pendarahan internal yang disebabkan oleh spora anthrax yang mengakhiri semuanya.

Dalam laporan mereka, para ilmuwan menulis bahwa anthrax 'dapat digunakan untuk membuat kota-kota menjadi tak berpenghuni selama beberapa generasi'.

Seperti halnya Pulau Gruinard.

Itu ditempatkan di bawah karantina dan tidak ada yang diizinkan di dekatnya.

Selama 50 tahun.

Karantina kini telah dicabut.

Namun tetap saja, tidak ada pengunjung yang berani ke Pulau Gruinard.

2. Pulau Reunion

(timeincuk.net)

Baca: CPNS 2018 - 6 Syarat Lulusan Cumlaude pada Pendaftaran di Sscn.bkn.go.idD

Pulau Reunion berada di tengah-tengah Samudra Hindia yang hangat.

Reunion adalah rumah bagi kurang dari satu juta orang, tetapi iklimnya yang sejuk dan pantai yang bermandikan matahari membuatnya menjadi tujuan liburan yang populer.

Namun sejak 2011, Reunion mengalami krisis.

Pulau ini hanya 40 mil panjangnya, namun, dalam lima tahun terakhir, 13% dari serangan hiu mematikan dunia telah terjadi di lepas pantai.

Untuk menempatkan itu ke dalam perspektif, hanya ada 3 serangan hiu di lepas pantai Afrika Selatan pada waktu yang sama.

Populasi hiu yang sangat besar mengelilingi perairan di sekitar Reunion.

Mereka menyerang 20 orang sejak 2011 dan menewaskan 7 diantaranya.

Pada 2013, semua orang dilarang berenang dan berselancara di Reunion .

3. Pulau Poveglia

(timeincuk.net)

Baca: Jam Tidur yang Cocok Buat Kamu Berdasarkan Zodiak, Scorpio & Sagitarius bak Burung Hantu!

Pada 1348, wabah bubonic pecah di Venesia.

Siapa pun yang terkena penyakit menakutkan itu dikirim ke karantina di Pulau Poveglia, sebidang kecil tanah yang menjulur di Laguna Venesia.

Bagi para korban wabah, tidak ada jalan kembali.

Ribuan orang dikirim ke Poveglia untuk mati.

Beberapa perkiraan menyebutkan jumlahnya sekitar 100.000 orang, tubuh mereka semua dibuang ke lubang besar dan dibiarkan membusuk.

Pada 1920-an, rumah sakit telah dibangun di pulau di mana lobotomi mentah dilakukan pada ratusan pasien sakit jiwa.

Dokter yang melakukan prosedur ini kemudian melakukan bunuh diri, mengklaim hantu pulau itu telah membuatnya gila.

Sejak itu, ada banyak laporan tentang hantu dan aktivitas yang tidak dapat dijelaskan di Pulau Poveglia.

Mereka yang berani menyeberangi air dan menginjakkan kaki di tempat yang ditinggalkan telah melaporkan mendengar teriakan, melihat hal-hal yang tidak bisa mereka jelaskan dan seorang wanita mengklaim dia diserang oleh entitas yang mencakar wajahnya, meninggalkannya dengan luka yang membutuhkan 13 jahitan.

Pemerintah Italia sekarang telah melarang semua pariwisata dan semua kunjungan ke pulau itu.

4. Pulau Saba

(timeincuk.net)

Baca: Gendong Adik Sepupunya, Tatapan Mata Rafathar Ini Jadi Sorotan

Hanya 2.000 orang tinggal di 13 kilometer persegi tanah di tengah laut Karibia, pulau Saba.

Mereka hidup dalam bayang-bayang gunung api yang berpotensi aktif yang terakhir meletus pada 1640.

Sejak 1997, telah ada sejumlah gempa bumi lokal yang menyebabkan para ilmuwan percaya bahwa gunung berapi bisa meletus lagi.

Tak cuma gunung meletus yang ditakutkan, badai juga menjadi masalah di sana.

Dalam 100 tahun terakhir, pulau kecil ini telah dihantam oleh lebih banyak badai daripada pulau lainnya.

5. Kepulauan Izu

(timeincuk.net)

Baca: Pakar Google Maps Klaim Temukan Pesawat MH370 di Hutan Kamboja

Semua orang yang tinggal di kepulauan Izu tampak normal.

Mereka pergi bekerja di toko dan kantor.

Mereka pergi ke sekolah.

Mereka pergi ke bioskop, restoran, bar.

Mereka menjalani hidup normal.

Kecuali satu hal.

Setiap kali mereka melangkah keluar, mereka harus memakai masker gas.

Tanpa itu, mereka akan mati.

Semua karena banyaknya aktivitas vulkanik di daerah tersebut.

Gunung berapi lokal yang paling terkenal adalah Myojin-sho.

Gunung yang berada di bawah laut itu pernah meletus pada 1952, itu adalah letusan terbesar yang pernah tercatat.

Itu terjadi lagi pada 2000.

Myojin-sho bukan satu-satunya.

Ada 17 gunung berapi di sekitar pulau-pulau kecil.

Dan masing-masing dari mereka memuntahkan belerang beracun ke atmosfer.

Jika sampai terhirup akan membuat sistem pernapasan melepuh.

Esofagus dan paru-paru kamu akan mulai terbakar, dan tak lama, kamu tidak akan bisa bernafas sama sekali.

Jadi kamu mungkin bertanya pada diri sendiri mengapa ada yang memilih tinggal di Kepulauan Izu.

Yah, penduduk dibayar untuk tinggal di sana.

Mereka mengambil bagian dalam penelitian ilmiah untuk melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang menghabiskan hidup mereka memakai masker gas dan menghirup sedikit jejak belerang.

Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved