(VIDEO) Rupiah Melemah, Produksi Usaha Tempe Ini Alami Penurunan hingga 30 persen

Kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah mulai berdampak ke usaha mikro, seperti pengusaha tempe ini.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah mulai berdampak ke usaha mikro.

Misalnya, usaha produksi tempe yang digeluti Sriwati.

Ia menyebut harga kacang kedelai import mulai merangkak naik dari Rp 7.000 dan saat ini sudah menyentuh Rp 7.500.

Akibatnya, Sriwati harus menurunkan jumlah produksi hingga 30 persen.

"Produksi turun. Awalnya 100 kg, sekarang cuma 80 ke 70 kg," ucap Sriwati.

Saban hari Sriwati memproduksi tempe di Jalan Bunga Asoka Gg Abadi, Kecamatan Medan Selayang.

Ia tak dapat berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang mulai merosot.

"Kalau harga dinaikkan atau ukuran dikecilkan pelanggan bisa pergi," tuturnya sembari tertawa.

"Harapan saya pemerintah bisa menurunkan harga kacang. Kalau bisa dibawah harga Rp 7000 per kilogram," tambahnya.

Sekadar informasi, usaha tempe yang ia geluti merupakan lanjutan dari usaha orangtuanya.

Pihaknya menjual tempe ke berbagai pasar tradisional, seperti Pasar Pringgan dan Pasar Sore hingga Pasar Kaveleri. (*)

Berita ini sudah dimuat Tribun-Video dengan judul Dolar Menguat, Produksi Usaha Tempe Alami Penurunan hingga 30 persen

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help