Berkah Asian Games, Penjualan Hoops Naik 10%

Berkah pelaksanaan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang turut dirasakan peritel produk olahraga.

Berkah Asian Games, Penjualan Hoops Naik 10%
Bonus Atlet Peraih Medali di Asian Games 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Berkah pelaksanaan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang turut dirasakan peritel produk olahraga. Salah satunya adalah PT Java Footwear Sportindo yang mengoperasikan gerai Hoops Indonesia.

Permintaan produk olahraga, khususnya sepatu sport meningkat. Rudianto, Chief Executive Officer Java Footwear Sportindo menyebutkan, penjualan di gerai Hoops periode Agustus meningkat karena momentum Asian Games. "Permintaan sepatu olahraga cukup bagus," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (5/9).

Animo masyarakat juga meningkat untuk berolahraga, terlebih posisi Indonesia yang berada di peringkat empat daftar peraih medali Asian Games 2018 di bawah Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Otomatis permintaan terhadap produk olahraga akan terus membaik.

"Sejak ada peningkatan peringkat kita di Asian Games kemarin, penjualan kami tumbuh kurang lebih 10%," ungkap Rudianto.
Kini, Java Footwear sudah memiliki sembilan gerai di lima kota, yakni Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bandung dan Bali. Manajemen Java Footwear belum ada rencana ekspansi gerai lagi.

Pada semester II 2018, Java Footwear akan fokus mengembangkan e-commerce, yakni Hoopsindonesia.co.id. Kelak, pelanggan bisa membeli produk Java Footwear pada situs tersebut.

Atlet Asian Games 2018
Atlet Asian Games 2018 (Kompas.com)

Start Up Pertanian Lagi Tajir Dana

Usaha rintisan bidang urun dana (crowdfunding) pertanian makin menjanjikan. Ini terlihat dari suntikan modal investor asal Korea Selatan, Crevisse Partner untuk jenis pendanaan awal bagi Crowde akhir Agustus lalu.

Yohanes Sugihtononugroho, Chief Executive Officer Crowde menyebut bila dana dari investor tersebut bakal dipakai untuk memberi pendanaan bagi para petani yang belum terjangkau layanan dari start up ini. Ia tidak merinci besaran suntikan dana tersebut. "Pendanaan untuk menjangkau lebih banyak petani," katanya kepada KONTAN, Selasa (4/9).

Selain dari modal ventura, pendanaan Crowde juga berasal dari para investor. Saat ini tercatat ada lebih dari 20.000 investor yang menyetorkan pendanaan ke start up itu untuk membiayai sekitar 1.400 proyek pertanian yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Kecuali Nusa Tenggara Barat, Maluku hingga Papua.

Kalau ditotal sudah US$ 3,5 juta pendanaan yang Crowde salurkan. Dengan suntikan dana tambahan, Yohanes targetkan bisa memberi kucuran dana hingga Rp 100 miliar kepada 100.000 petani sampai akhir tahun ini.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved