Bank Kecil Memangkas Target Kredit

Kondisi ekonomi yang masih belum stabil menyebabkan banyak kalangan usaha berhitung ulang menghadapi tantangan

Bank Kecil Memangkas Target Kredit
kontan
Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kondisi ekonomi yang masih belum stabil menyebabkan banyak kalangan usaha berhitung ulang menghadapi tantangan hingga akhir tahun. Termasuk para bankir yang ikut kena getah ekonomi yang masih carut marut ini.

Terutama bagi kalangan bank pembangunan daerah dan bank yang masuk dalam skala kecil atau bank umum kelompok usaha (BUKU) I dan II dengan modal inti kurang dari Rp 1 triliun sampai di bawah Rp 5 triliun.
Beberapa bank dalam kelompok ini melakukan revisi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB), terutama dalam penyaluran kredit.

Misalnya PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut). Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto optimis dapat mencapai target pertumbuhan kredit 7% secara tahunan atau year on year (yoy) di akhir tahun.

Sebelumnya manajemen Bank Sumut menargetkan kredit tumbuh 10% yoy. "Dengan pipeline dan waktu yg tersisa empat bulan, kami akan coba all out. Kami akan optimalkan di sektor infrastruktur dan konsumtif," ujar Edie
Menahan ekspansi

Lalu manajemen PT Bank Dinar Indonesia Tbk yang pada tahun ini cuma mematok pertumbuhan kredit satu digit atau di kisaran 8,5% dibandingkan pencapaian pada tahun 2017.

Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie mengatakan, perusahaan ini melakukan revisi setelah mengalami penurunan permintaan dari sisi kredit. "Sesuai RBB target Desember 2018 naik 8,5% year on year (yoy). Betul, kami revisi dibandingkan RBB awal tahun 17%," ungkapnya.

Sebagai catatan, pada separuh pertama 2018 lalu, Bank Dinar tercatat sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,35 triliun. Jumlah tersebut tumbuh tipis sebesar 2,27% secara yoy dari pencapaian tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun.

Tidak jauh berbeda, manajemen Bank Mayora juga merevisi target kredit hingga akhir tahun. Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan merevisi target kredit dari 13-14% yoy menjadi 8-9% yoy.

Manajemen bank ini mengambil pilihan tersebut lantaran kondisi ekonomi yang belum pulih seutuhnya, sehingga nasabah menahan ekspansi dan cenderung mengurangi permintaan kredit. Per Juli 2018, bank milik Mayora Grup ini mencatatkan penyaluran kredit Rp 3,7 triliun.

Daftar Beberapa Bank Revisi Penyaluran Kredit

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved