Asian Games 2018

Hengky Cs Nyaris Raih Emas Jika tak Salah Taktit dan Strategi,

Hengky Lasut atlit bridge Indonesia yang turun di nomor Mix Pairs berpasangan dengan Fredi Edi Manoppo hingga nyaris meraih medali emas

Hengky Cs Nyaris Raih Emas Jika tak Salah Taktit dan Strategi,
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Atlit Bridge Indonesia yang meraih medali perunggu di Asian Games XVIII tahun 2018‎ di Jakarta-Palembang. Dua pasang atlit bridge yang turun di nomor Men Pairs dan Mix Pairs berasal dari Provinsi Sulawesi Utara 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

Manado, Tribunmanado.co.id - Tampil perdana di perlehatan akbar Asian Games kontingen Bridge Indonesia nyaris menyabet medali emas disejumlah nomor yang dipertandingkan.

Menurut Hengky Lasut. (71) atlit bridge Indonesia yang turun di nomor Mix Pairs berpasangan dengan Fredi Edi Manoppo, medali emas bisa saja diperoleh kontingen dari Indonesia jika tidak salah strategi dan teknik pada babak penyisihan, semi final dan final.

"Di babak final kompetitor kami menempatkan tiga pasang sementara kami hanya satu pasang, kalau sama-sama tiga pasang atau seimbang pasti bisa raih emas," kenang Hengky atlit asal provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kepada Tribun Manado, Rabu (5/9/2018).

Kontingen Bridge Indonesia yang berlaga di Asian Games XVIII tahun 2018 Jakarta-Palembang, menempatkan dua pasangan asal provinsi Sulut dibabak final. Mereka adalah pasangan Hengky Lasut-Fredi Edi Manoppo di nomor Men Pairs dan Bill Mondigir-Elvita Lasut di nomor Mix Pairs meraih medali perunggu.

Membidik medali emas di pertandingan bridge Asian Games merupakan target dari Hengky Lasut Cs, namun target itu hanya sampai di medali perunggu dan itu sudah raihan yang terbaik. "Jadi lawan kami dibabak final dari negara Cina, India dan Hongkong menempatkan tiga pasangan, Singapura , China Taipe dan Indonesia di babak final sementara hanya satu pasang," kata dia.

Dua pasangan atlit brdige asal Sulut yang meraih perunggu di Asian Games ini kompak dan bertekad di Sulawesi Utara harus ada regenerasi untuk meneruskan perjuangan meraih prestasi di cabang bridge, mengingat komposisi atlit bridge saat ini terbilang senior. Pihaknya ada menyerahkan secara estafet keberlanjutan cabang bridge agar bisa terus meraih prestasi.

"Kami akan memberikan motivasi dan harus memperbiasakan bersama-sama dalam satu tim dengan atlit senior, agar para penerus agar mereka bisa cepat terangkat dan bisa bersaing di level Indonesia dan luar negeri," harapnnya.

Pihaknya tak menampik bridge di negera-negara Asian pesat perkembangannya, karena pembinaan sangat profesional namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat para atlit Indonesia dan Sulut khususnya.

Hengky Lasut merupakan atlit Asian Games dari Sulut yang paling senior. Pria yang sempat kerkecimpung di dunia perpolitikan sudah berusia 71 tahun, dan 50 tahun berkecimpung di dunia bridge.

Sebelum tampil berlaga di Asian Games kontingen Bridge Indonesia melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) dengan try out ke negara Eropa seperti Bulgaria, Monaco dan Turki dan negara di Amerika seperti Atalanta, Chicagho dan lainnya.

Sementara itu ketua umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sulut yang juga wakil gubernur Provinsi Sulut, Steven Kandouw optimis bridge menjadi cabang yang dipertandingkan di olimpiade Tokyo Jepang 2020 nanti.

Sebagai ketua umum gabungan Bridge suluruh Indonesia (Gabsi) Sulut, Kandouw tak kuatir dengan regenerasi atlit Bridge usai era keemasan pasangan Hengky Lasut dan Fredi Edi Manoppo. "Kan ada pasangan Bill Mondigir dan Elvita Lasut, dengan perpaduan junior dan senior saya optimis bridge akan terus berprestasi," jelas Kandouw.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help