September, Harga Saham Cenderung Fluktuatif

Kuartal tiga tahun ini tinggal menyisakan satu bulan. Analis berpendapat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak

September, Harga Saham Cenderung Fluktuatif
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kuartal tiga tahun ini tinggal menyisakan satu bulan. Analis berpendapat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam tekanan di September ini.

Secara historikal, pergerakan IHSG memang fluktuatif di September. IHSG pernah melemah hingga 15,39% di September 2008. Di September 2010, IHSG menguat 13,61%. Tahun lalu, IHSG menguat 0,63% di September.

Para analis memprediksi, IHSG bakal menghadapi banyak sentimen negatif bulan ini. Salah satunya, rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve menaikkan suku bunga.
Pelaku pasar masih yakin The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Ini akan jadi sentimen negatif bagi rupiah dan IHSG.

"Pergerakan IHSG juga masih akan dipengaruhi oleh kemungkinan naiknya suku bunga Inggris dan Jepang," ujar M. Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas, akhir pekan lalu.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengamini hal tersebut. "Tapi, jika BI merespons kembali kenaikan suku bunga The Fed, seharusnya tekanannya tidak besar bagi pergerakan indeks," ungkap dia.

IHSG juga masih memiliki beberapa sentimen positif dari dalam negeri. Nafan mengatakan, stabilnya data makroekonomi bakal ikut menahan pelemahan indeks. Selain itu, pemerintah juga masih mampu menjaga konsumsi rumah tangga.
Sejumlah emiten juga masih mampu melakukan ekspansi di tengah kondisi makroekonomi global yang cenderung fluktuatif.

"Selain itu, jumlah kunjungan turis diharapkan mampu memberikan tambahan devisa. Indeks keyakinan konsumen (IKK) Agustus juga masih stabil, sehingga bisa menjadi katalis positif bagi IHSG," kata Nafan.

Nafan berharap neraca dagang Agustus juga surplus. Dengan demikian, hal ini bisa jadi sentimen positif bagi IHSG.
Waktunya masuk

Nafan optimistis, meski diselimuti tekanan dan volatilitas tinggi, IHSG masih bisa menguat selama satu bulan ke depan. Ia menilai, meski selama sebulan mendatang IHSG akan diintai oleh beberapa potensi ancaman, hal ini seharusnya tidak menjadi halangan bagi investor untuk tetap masuk.

Nafan justru melihat saat ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi beli saham-saham yang murah, namun memiliki fundamental bagus. "Tak perlu khawatir dengan sentimen global, sebab pemerintah masih menjaga stabilitas makroekonomi dalam negeri," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help