Rupiah Semakin Terpuruk: Jokowi Perintahkan Menteri Segera Kendalikan

Gerak nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan awal pekan ini Senin (3/9) kembali melemah

Rupiah Semakin Terpuruk: Jokowi Perintahkan Menteri Segera Kendalikan
kontan
Rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gerak nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan awal pekan ini Senin (3/9) kembali melemah ke posisi Rp 14.815 per dolar AS.

Dengan posisi tersebut, depresiasi kurs rupiah sejak awal tahun tercatat meningkat menjadi 9,30 persen.

Mengacu Bloomberg, pagi kemarin rupiah dibuka melemah pada posisi Rp 14.745 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu Rp 14.710 per dolar AS. Hari ini, kurs Rupiah ditransaksikan pada rentang Rp 14.729 hingga Rp 14.821 per dolar AS.

Sementara, posisi kurs Rupiah berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp 14.767 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.711 per dolar AS. Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada menilai, kembali melemahnya Rupiah lantaran kembali menguatnya dolar AS.

"Adanya sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang kembali membuat permintaan akan dolar AS meningkat," kata Reza.

Pergerakan mata uang Paman Sam itu kembali terapresiasi setelah Presiden Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas sejumlah barang dari Tiongkok. Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa.

"Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga Rupiah pun kembali terdepresiasi," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta sejumlah menterinya dan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan yang telah ditempuh untuk mengendalikan gejolak nilai tukar rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, Presiden ingin kebijakan itu dikomunikasikan dengan baik ke masyarakat.

"Presiden betul-betul ingin supaya langkah-langkah kebijakan yang sudah dirumuskan itu dibuat sedetail mungkin dan dikomunikasikan," kata Darmin.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help