Ini Komentar Pemerhati Olahraga, Petrus RRI Montong, Mengenai Bonus untuk Atlet Berprestasi

Apakah ada jaminan setelah dapat bonus karena sukses raih medali di Asian Games maka di Olimpiade akan bisa dapat medali lagi

Ini Komentar Pemerhati Olahraga, Petrus RRI Montong, Mengenai Bonus untuk Atlet Berprestasi
Istimewa
Petrus RRI Montong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bonus dan reward berupa uang tunai, tabungan, rumah layak huni, kendaraan hingga diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) kepada atlet berprestasi, membawa warna tersendiri bagi atlet.

Namun lepas dari itu, Petrus RRI Montong punya pandangan ekstrem mengenai bonus. Untuk apa dan mengapa harus?

Dia menjelaskan, kontestan Asian Games lainnya seperti negara China, Jepang dan Korea yang atletnya dapat medali tidak dapat bonus, begitu juga dengan jawara sepak bola Asian Games XVIII Jakarta-Palembang, Korea Selatan diberikan bebas wajib militer (wamil), itupun hanya tiga pemain.

"Semua atlet sebelum Asian Games sudah dapat uang saku, makan dan tempat tinggal," kata Montong.

Dia melanjutkan, apakah ada jaminan setelah dapat bonus karena sukses raih medali di Asian Games maka di Olimpiade akan bisa dapat medali lagi? Atau jika sudah mendapat bonus sudah cukup untuk berhenti kejar prestasi lagi.

Dengan diberikan bonus, kata Montong, atlet dan cabang olahraganya harus lebih baik lagi raihannya dari yang sudah didapat.

"Bonus adalah sebuah reward karena prestasi sangat benar. Tapi bukan hanya sekedar reward, tapi ada tanggung jawab untuk mempertahankan bahwa reward itu akan memberi motivasi lebih besar menuju hari esok yang lebih baik,” ujarnya.

"Muncul anggapan bahwa hajatan Asian Games 2018 telah menghasilkan banyak orang kaya baru. Setidaknya lebih dari 31 atlet sesuai jumlah medali emas dibandrol RP 1,5 miliar oleh pemerintah pusat dan itu bukan duit kecil,” ujarnya lagi.

“Hingga memberi dampak perubahan berpikir banyak orang, bahwa olahraga saat ini sudah menjanjikan untuk masa depan hidup, karena bisa menjadi PNS,” ucapnya.

"Tapi komentar yang muncul. 'Kage lei serta trima bonus somo malas karena senang menikmati'. Jadi positif-negatif pandangan seimbang menurut hemat saya," kata dia.

Nah, nantinya akan muncul pertanyaan apakah pemerintah akan memberikan bonus lagi?

Menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah agar menghadapi event antar-daerah supaya lebih punya visi, untuk mencapai dan mewujudkan visi bukan hanya dengan slogan. (crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved