Preservasi Ruas Jalan Manado Bitung di Minut Rawan Kecelakaan, Penumpang Sering Berteriak

Pengerjaan preservasi ruas jalan trans Bitung Manado tepatnya di Desa Watudambo berbatasan dengan kelurahan Sagerat Kota Bitung

Preservasi Ruas Jalan Manado Bitung di Minut Rawan Kecelakaan, Penumpang Sering Berteriak
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kendaraan lalu lalang di ruas jalan Manado-Bitung tepat di jalan yang sedang di preservasi, menuai keluhan tidak nyaman saat melintas 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

Manado, Tribunmanado.co.id - Pengerjaan preservasi ruas jalan trans Bitung Manado tepatnya di Desa Watudambo Minahasa Utara (Minut) yang berbatasan dengan kelurahan Sagerat Kota Bitung dan di dekat eks pabrik Coca-Cola Watudambo rawan kecelakaan lalu lintas.

Preservasi adalah pengerjaan atau perbaikan jalan oleh instansi terkait, sejumlah titik yang tengah dilakukan preservasi jalan, aspal pada ruas jalan yang rusak atau bermasalah diangkat atau dibongkar sehingga menyisahkan tanah dasar dan lubang yang memanjang.

"Perbaikan jalan dengan cara seperti ini, jangan terlalu lama di biarkan, karena itu akses jalan utama yang sering dilalui kendaraan bermotor. Bahaya jika dibiarkan lama-lama belum diperbaiki, mengancam keselamatan berlalu lintas," keluh Oscar pengendara motor, Senin (3/9/2018).

Jemmy pengguna ruas jalan yang sedang di preservasi mengakui sering merasa tidak nyaman saat melintas dengan mobil bus. "Kalau lewat disitu 'ver' di mobil serasa mau lepas," keluh Jemmy.

Penumpang juga tak jarang sering mengeluhkan kondisi jalan yang digali itu, ketika melintas sering berteriak karena tidak nyaman dengan kondisi itu. Preservasi jalan yang dilakukan untuk membuat jalan menjadi lebih baik, namun menurut Jemmy harus ada papa informasi atau pemberitahun disekitar jalan yang sedang diperbaiki.

"Kalau ada papan hati-hati, kami pengendara bisa tau dan terhindar dari kecelakaan," tambahnya. Dari pantau Tribun Manado di titik jalan yang di preservasi, kendaraan baik roda, dua, empat dan lebih dari empat melintas dengan kecepatan 60 sampai 80 kilo meter per jam.

Jika tidak ada kendaraan diarah berlawanan bisa menghindar ke ruas yang tidak di preservasi, sebaliknya jika ada kendaraan maka kendaraan terjerembap masuk kedalam lubang. Tak jarang nyaris terjadi persinggungan antara kendaraan dari arah berlawanan, karena menghindari jalan yang sedang di preservasi.

Balai pelaksanan jalan Nasional XV, yang dikonfirmasi melalui ruangan pelayanan publik bapak Erold Tindangen meminta muliskan diselembar kertas apa-apa saja yang akan ditanyakan kepada balai jalan untuk disampaikan di bidang terkait.

"Nanti kembali besok, kami akan upayakan yang terbaik untuk menjawab itu. Krena pada saat ini para pimpinan sedang tak ada ditempat," jelas Erold.

Kata Erold biasanya mengenai pekerjaan atau apa yang ditemukan selang seminggu sebelumnya di rapatkan setiap hari Senin. Menurutnya masalah preservasi jalan mesti ada jawaban jelas dari yang berkompenten bukan mereka-reka agar masyarakat bisa dapat penjelasan.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved