Dua Wanita Indonesia Ini Tengah Dicari Polisi Malaysia, Terkait Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

Akan bersaksi dalam persidangan kasus pembunuhan kakak tiri Pemimpin Korea Utara

Dua Wanita Indonesia Ini Tengah Dicari Polisi Malaysia, Terkait Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam
ist
Dessy dan Raisa

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua wanita asal Indonesia, masing-masing Raisa Rinda Salma, 24, dan Dessy Meyrisinta, 33, tengah dicari kepolisian Malaysia.

Keduanya dicari untuk bersaksi dalam persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Seperti dilansir BBC/Bernama, Raisa Rinda memegang paspor bernomor B2421541 dan Dessy Meyrisinra (B0464727). Mereka yang beralamat terakhir di Hotel Flamingo, Ampang, tidak dapat dihubungi.

"Pihak polisi memerlukan kedua perempuan itu untuk hadir untuk menjadi saksi kasus pembunuhan Kim Jong-nam di Mahkamah Tinggi Shah Alam," kata Kepala Bagian Investigasi Kriminal Kepolisian Daerah Selangor, Senior Asisten Komisioner Fadzil Ahmat, di Kuala Lumpur, sebagaimana dikutip kantor berita Bernama.

Namun Fadzil Ahmat tidak menjelaskan apa keterkaitan kedua perempuan WNI ini dengan kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Bagaimanapun, dia mengimbau agar siapapun yang mengetahui keberadaan Raisa dan Dessy agar segera menghubungi kepolisian Malaysia.

Dalam sidang kasus pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un, Siti Aisyah belum bebas.  Ibu Siti Aisyah yakin anaknya 'tidak membunuh' saudara pemimpin Korea Utara  Diancam hukuman mati kasus pembunuhan tokoh Korea Utara, Siti Aisyah menyatakan tak bersalah

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Iqbal, menyatakan kedua perempuan Indonesia tersebut berada di kamar 346 Hotel Flamingo saat Siti Aisyah ditangkap pada 16 Februari 2017 atau tiga hari setelah Kim Jong-nam tewas.

"SA (Siti Aisyah) mengenal keduanya dengan panggilan Wati (Raisa) dan Mey (Dessy)," sebut Iqbal kepada wartawan, Minggu (2/9).

Seperti diketahui, dua perempuan, Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam, didakwa membunuh Kim Jong-nam dengan mengusapkan zat beracun VX pada wajah cucu pendiri Korea Utara itu.

Baik Siti maupun Doan menegaskan mereka tidak bersalah karena mengira dilibatkan dalam acara lucu-lucuan untuk siaran televisi. Mereka juga mengklaim tidak tahu bahwa zat yang mereka usapkan merupakan zat mematikan.

Pengacara Siti dan Doan mengatakan klien mereka telah dibayar untuk melakukan trik serupa di sejumlah bandara, hotel, dan pusat perbelanjaan sebelum peristiwa kematian Kim.

Sebelumya pengacara Siti menuturkan kepada hakim dalam persidangan bahwa kliennya dibayar 4.000 ringgit atau Rp14,4 juta oleh seorang warga Korut untuk bertolak ke Makau, tempat Kim dilaporkan hidup mengucilkan diri setelah adik tirinya menjadi pemimpin. (*)

Editor: Charles_Komaling
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help