WWF Indonesia Latih Masyarakat Cara Menghitung Sampah

WWF Indonesia bekerja sama dengan Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemprov Sulut menggelar Kegiatan Pelatihan.

WWF Indonesia Latih Masyarakat Cara Menghitung Sampah
ISTIMEWA
World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia bekerja sama dengan Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Kegiatan Pelatihan Citizen Science untuk Survey dan Monitoring Sampah di Pesisir dan Laut di ruang rapat WOC Kantor Gubernur Sulut, Rabu (29/08/2018) lalu.

Lewat pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa mengambil peran dalam mengatasi sampah lewat pengamatan dan penelitian ilmiah tentang sampah.

Roy Pangalila, Senior Officer Sulu Sulawesi Seas dari WWF-Indonesia mengatakan, upaya pemerintah dalam mereduksi sampah selalu terkendala dengan kurangnya data tentang sampah.

"Untuk itulah maka kegiatan pelatihan Citizen Science ini menjadi sarana untuk membantu stakeholders di Manado guna mengkuantifikasi sampah yang banyak bertebaran di sepanjang pantai," beber dia.

Dikatakannya pelatihan diikuti 42 orang terdiri dari pemerintah, mahasiswa, pengusaha hingga warga pesisir.

Pelatihan memakai dua metode yakni teori dan praktik.

"Dalam pelatihan ini kita mengadopsi dan memodifikasi metode yang dibuat oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) Global Plastic Pollution Project, Australia yang mengacu pada metode sampling acak bertingkat (stratified random sampling) dengan menggunakan sistem transek. Kelebihan dari metode Survei ini adalah dapat menemukan kepadatan sampah yang jauh lebih tinggi," kata dia.

Ditambahkan Made Putri Karidewi dari WWF-Indonesia kantor Denpasar, metode tersebut lebih canggih juga lebih murah serta efisien.

"Metode ini dapat memberikan gambaran sebaran sampah laut di suatu wilayah pantai dengan cepat, tepat, dan pada satu lokasi survey dengan hanya memerlukan sekitar 3 – 4 orang surveyor saja sehingga dari sisi pembiayaan pun akan cukup efisien," kata dia.

Ronny Erungan, mewakili Kepala Biro Perekonomian dan SDA mengatakan, pihaknya menyambut baik pelatihan tersebut.

Sebut dia, sampah adalah masalah kompleks dan penanganannya butuh peran serta masyarakat luas.

"Sampah menjadi persoalan besar sejak lama di Sulawesi Utara; apalagi kita di sini punya Bunaken sebagai Taman Nasional yang menjadi destinasi wisata dari seluruh dunia. Tentunya kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat menyambut baik kegiatan in sehingga pada akhirnya dapat membantu Pemerintah Daerah untuk mendapatkan informasi terkait sampah yang banyak di seputaran pantai di Teluk Manado,” papar dia. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help