Kasus Suami Setrika Wajah Istri

Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak Umumnya Orang Dekat, Inilah Sejumlah Modus yang Harus Diwaspadai

Terkait kasus suami setrika wajah istri, LSM Swara Parangpuan menyatakan telah menangani sejumlah kasus kekerasan anak dan perempuan.

Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak Umumnya Orang Dekat, Inilah Sejumlah Modus yang Harus Diwaspadai
Tribun manado / Finneke Wolajan
Diskusi LSM Swara Parangpuang membahas kekerasan Seksual pada perempuan dan anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Dimintai tanggapan terkait kasus suami menempelkan setrika panas di wajah istri di Bolaang Mongondow Utara, LSM Swara Parangpuan menyatakan pihaknya menangani sejumlah laporan kekerasan pada perempuan dan anak di Sulawesi Utara.

LSM ini menyebut sejak 2017 hingga Agustus 2018 pihaknya menangani 46 kasus kekerasan seksual, 24 kasus kekerasan fisik, 25 kasus kekerasan psikis, dan 10 kasus penelantaran.

Baca: Kapolres Bolmong Pastikan Kasus KDRT ‘Setrika Menempel di Wajah’ Diproses Hukum

Penanganan pada 72 kasus pada tahun 2017 bermacam-macam di antaranya 26 kasus masuk laporan polisi, 1 kasus tengah ditangani kejaksaan, 2 di pengadilan, 25 mendapat konseling, 7 mediasi, 5 cabut perkara, 3 putusan penjara, 1 cerai dan 2 kasus di P2TP2A.

Sementara 38 kasus pada tahun 2018 di antaranya 21 kasus masuk laporan polisi, 2 di pengadilan, 8 mendapat konseling, 4 mediasi, 1 cabut perkara, 1 kasus di P2TP2A dan 1 putusan bebas.

Baca: Pria Ini Tempelkan Setrika Panas di Wajah Istri, Gara-gara Setrika Jatuh

Direktur Swara Parangpuan, Lily Djenaan, Minggu (2/9) mengatakan, tempat kejadian kekerasan sebanyak 17 kasus terjadi dalam rumah tangga dan ranah publik sebanyak 18 kasus.

Hal ini menguatkan bagaimana pelaku kekerasan terhadap perempuan adalah orang-orang yang mempunyai hubungan dekat dengan korban.

Baca: Wajah IRT di Bolmut Disetrika Suami, Keluarga Pihak Istri Lapor Polisi

Sementara modus yang digunakan oleh pelaku bermacam-macam dari bujuk rayu hingga pengancaman. Kasus KDRT di mana pelakunya adalah suami modusnya melakukan perselingkuhan, menuduh berselingkuh, tidak memberi nafkah keluarga.

Kasus perkosaan yang pelakunya ada hubungan keluarga seperti ayah, ayah angkat, kakek, paman, sepupu modusnya pengancaman, diiming-imingi uang. Kalau pelakunya pacar modusnya rayuan dan janji akan bertanggungjawab jika terjadi kehamilan.

aniaya2
aniaya2 (istimewa)

Pelakunya tetangga modusnya meminta tolong kepada korban. Kasus pelecehan seksual yang pelakunya orang dikenal modusnya mengajak bermain, mengajak ke tempat pelaku. Kasus trafficking pelakunya ayah angkat modusnya memperkosa korban lalu dijual ke teman pelaku. 

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak pada 2017

a. Kekerasan seksual 20

b. Kekerasan fisik 17

c. Kekerasan psikis 16

d. Penelantaran 10

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak hingga Agustus 2018

a. Kekerasan seksual 17

b. Kekerasan fisik 7

c. Kekerasan psikis 9

d. Penelantaran 5

(fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved