Usai IPO, Madusari Ekspansi Pabrik: MOLI Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen

PT Madusari Murni Tbk menyiapkan sederet rencana guna menggenjot kinerja. Terlebih, setelah mencatatkan saham di Bursa Efek

Usai IPO, Madusari Ekspansi Pabrik: MOLI Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen
Google
Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Madusari Murni Tbk menyiapkan sederet rencana guna menggenjot kinerja. Terlebih, setelah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/8), produsen ethanol ini meraih dana Rp 203 miliar.

Emiten berkode saham MOLI ini melepas 351 juta saham kepada publik atau setara 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga saham IPO dipatok Rp 580 per saham. Pada perdagangan perdana, saham MOLI melejit 50% ke level Rp 870 per saham.

Arief Goenadibrata, Direktur Utama Madusari Murni, mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi. Maklum, saat ini, kapasitas produksi pabrik ethanol berbahan tebu milik perusahaan ini hanya 80 juta liter per tahun. "Saat ini utilisasi pabrik sudah hampir 100%, sehingga perlu menambah kapasitas produksi," kata Arief, Kamis (30/8).

Pabrik baru akan dibangun di Lampung. Kapasitas produksi pabrik ditargetkan mencapai 50 juta liter per tahun. Untuk pembangunan pabrik ini, perusahaan harus merogoh kocek sekitar Rp 500 miliar.

Manfaatkan kurs

Itu sebabnya, selain dari dana IPO, MOLI juga berencana mencari pendanaan lain, seperti perbankan. Rencananya, 20% dari investasi pabrik akan dicari dari pinjaman perbankan.

Pabrik anyar direncanakan bisa mulai beroperasi di akhir 2019. Keberadaan pabrik baru diharapkan bisa menggenjot pendapatan MOLI hingga 50%.

Untuk tahun ini, perusahaan ini melakoni strategi lain agar kinerja tetap tumbuh. "Karena kapasitas produksi sudah mentok, kami mencari laba dari selisih kurs dan efisiensi" kata Yonky Saputra Sim, Direktur Keuangan MOLI, Kamis (30/8).

Hasilnya sudah terlihat di semester pertama. Per Juni 2018, MOLI berhasil mencetak kenaikan laba 12%, meski pendapatan hanya tumbuh tipis 2%. Kata Yonky, pencapaian ini lantaran perusahaan ini memaksimalkan selisih kurs yang tinggi. Sebab, hampir separuh pendapatan didapat dari hasil ekspor.

Hingga akhir tahun ini, MOLI membidik pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun. Target tersebut naik 3% hingga 4% dari tahun lalu. Sementara, laba bersih tahun ini diharapkan naik sebesar 30%.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved