Multifinance Memilih Rights Issue: Alternatif Mencari Dana dari Bank

Sejumlah emiten multifinance gencar menggalang dana lewat penerbitan saham baru alias rights issue. Tujuannya,

Multifinance Memilih Rights Issue: Alternatif Mencari Dana dari Bank
afp
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah emiten multifinance gencar menggalang dana lewat penerbitan saham baru alias rights issue. Tujuannya, diversifikasi pendanaan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (AAPI) Suwandi Wiratno mengatakan, pendanaan multifinance hingga 80% masih dari bank. Sisanya dari pasar modal dan penagihan pinjaman. "Porsi pendanaan perusahaan besar dari bank 70%-80%, sementara perusahaan kecil sampai 90%," kata Suwandi.

Menurut Suwandi, pendanaan pasar modal ini hanya bisa diakses multifinance besar. Bagi mereka lebih mudah karena rating obligasi lebih bagus. Dengan rating bagus, kupon yang didapat menjadi lebih murah. Sedangkan, skema pendanaan emiten melalui penerbitan saham baru tetap diminati, karena sumber pendanaan murah.

Seperti yang dilakukan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). Perusahaan ini akan rights issue di akhir September 2018. Kini multifinance menunggu restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dana dari bank sulit

Direktur IBFN Alexander Reyza berharap, mendapatkan dana segar Rp 105,83 miliar. Dana tersebut untuk modal kerja, seperti biaya overhead, biaya pihak ketiga seperti utang usaha, pembelian barang modal dan keperluan ekspansi usaha. "Kami akan menggunakan dananya untuk modal usaha atau leasing, jadi tidak ada dana menganggur," kata Reyza.

IBFN juga telah memiliki pembeli siaga, yaitu PT Northcliff Indonesia. Sementara perusahaan ini tidak tidak mungkin mendapat dana dari bank, karena IBFN masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dari PKPU, perseroan ini mempunyai tagihan Rp 1,73 triliun dari kreditur separatis dan kreditur konkuren. Kreditur separatis terbesar BNI Rp 492 miliar, Bank Muamalat Rp 271 miliar dan Eximbank Rp 145 miliar.

Rating IBFN juga rendah, jadi sulit menerbitkan MTN. "Kami berharap melalui dana Nortchliff menjadi pemicu bisnis pembiayaan membaik," ujar Reyza.

Multifinance lain yang rights issue adalah PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI). Perusahaan ini telah rights issue pada Maret lalu dan sukses meraih Rp 100 miliar. Direktur Utama BPFI Markus Dinarto bilang, dana itu untuk mengambilalih aset dan liabilitas Malacca Trust Finance (MTF).

Dollar AS
Dollar AS (tribunnews)

Kejar Target Produksi, ZINC Berencana Tambah Capex

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help