Makam Tokoh Perintis Kembalinya Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Manado Digali

Umat Katolik Kevikepan Tondano-Mitra mengali kubur Daniel Mandagi dan istrinya Tentji Londah di Desa Amongena, Minahasa, Sabtu (01/09/2018).

Makam Tokoh Perintis Kembalinya Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Manado Digali
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Umat Katolik Kevikepan Tondano-Mitra menggali kubur Daniel Mandagi dan istrinya Tentji Londah di Desa Amongena, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (01/09/2018). 

Pastor Joko sapaan akrab pastor Albertus Sujoko juga mengambil pendapat dari Romo Curris SJ, Pastor Penulis Buku Sejarah Katedral Jakarta.

"Bapak Daniel Mandagi, seorang pensiunan tentara KNIL yang sudah kembali dari tugas di Jawa. Waktu itu Bapak Daniel Mandagi ingin membabtis anaknya, tetapi tidak ada imam Katolik di seluruh Minahasa, yang ada hanyalah para pendeta Protestan. Maka ia mengirim surat kepada Mgr. P. Vrancken Pr (1847-1874) yang menjadi Vicaris Apostolik di Batavia selama 27 tahun." Pastor Joko melanjutkan pendapat Romo Curris SJ.

"Di Pulau Jawa ada agak banyak orang Minahasa yang minta dibaptis dalam Gereja Katolik, khususnya di kota-kota garnesun ada ratusan orang Manado yang menjadi Katolik. Sesudah masa dinas selesai, banyak  di antara mereka pulang kampung di ujung Utara Sulawesi. Orang-orang Katolik yang baru itu bersama sisa umat Katolik zaman dahulu mengajukan permohonan supaya seorang pastor dikirim ke Minahasa; komandan militer di Ambon mengirim permintaan serupa bagi daerah Maluku. Pater De Vries-lah yang ditugaskan untuk mengunjungi dan melayani umat Katolik di Maluku dan Minahasa," kata dia.

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved