Kinerja Lesu, Emiten Kawasan Industri Belum Prospektif

Kinerja sejumlah emiten kawasan industri pada semester I-2018 lesu, karena penjualan lahan masih rendah.

Kinerja Lesu, Emiten Kawasan Industri Belum Prospektif
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja sejumlah emiten kawasan industri pada semester I-2018 lesu, karena penjualan lahan masih rendah. Sektor ini dinilai kurang prospektif di tahun ini.

Lihat saja, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan penurunan laba sebesar 22,4% menjadi Rp 93,78 miliar. Sebab, pendapatan usaha turun 6,14% menjadi sebesar Rp 246,76 miliar.

Laba PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) juga turun 20,37% jadi Rp 137,18 miliar. Ini sejalan dengan penjualan yang turun 13,5% jadi Rp 401,63 miliar.

Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bahkan lebih buruk. Emiten ini merugi Rp 56 miliar. Padahal, semester I-2017 masih mencetak laba sebesar Rp 1,23 triliun.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, kinerja emiten terhambat rendahnya harga lahan dan keterbatasan lahan di beberapa daerah,

Menurut Dennies Christoper Jordan, analis Artha Sekuritas Indonesia, emiten kawasan industri saat ini tidak menarik. "Selain penjualan lahan yang semakin turun, kontribusi reccuring income emiten-emiten ini terhadap pendapatan masih sangat kecil," papar dia, Kamis (30/8).

Dennies bilang, saham emiten kawasan industri sulit untuk menguat, meskipun secara valuasi harganya saat ini terbilang sudah undervalued. Hanya, BEST yang cukup baik, karena penurunan kinerjanya tidak tajam. Emiten ini juga masih mencatat net profit margin sebesar 34%.

Kepala Riset Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe menuturkan, emiten kawasan industri minim ekspansi. Sekarang sudah masuk tahun politik, sehingga mempengaruhi keinginan perusahaan mendirikan pabrik baru. Dia merekomendasikan wait and see ketiga saham itu.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji melihat emiten kawasan industri terkendala pembebasan lahan. Tapi, negosiasi tetap berjalan. "Ini investasi jangka panjang, kinerja emiten akan terlihat saat kawasan jadi," kata dia.

Dia menyarankan wait and see BEST, sebab masih downtrend. Tapi, bisa beli DMAS dan SSIA. Target harga jangka pendek masing-masing Rp 150 dan Rp 510. Kemarin, DMAS di Rp 138 dan SSIA Rp 454 per saham.

Alat berat memindahkan batubara ke tongkang
Alat berat memindahkan batubara ke tongkang (tribun kaltim)
Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help