Fakta Baru Kasus Munir - Terungkap Pembunuhan Diduga Terjadi karena Salah Memaknai Order

Namun, dia dianggap punya peran besar dalam pengungkapan fakta baru dalam kasus pembunuhan yang diduga dilakukan agen rahasia tersebut.

Fakta Baru Kasus Munir - Terungkap Pembunuhan Diduga Terjadi karena Salah Memaknai Order
Munir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembunuhan yang dilakukan terhadap Munir Said Thalib dilakukan dengan menggunakan racun arsenic di pesawat Garuda Indonesia.

Bekas Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Gunawan yang diduga terlibat dalam kasus ini secara tidak langsung, akhirnya mendekam di bui.

Namun, dia dianggap punya peran besar dalam pengungkapan fakta baru dalam kasus pembunuhan yang diduga dilakukan agen rahasia tersebut.

Ada fakta penting dalam kasus ini, menurut sumber Warta Kota, yang merupakan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, yang minta identitasnya tidak diungkap.

"Jadi, sumber TPF Munir menjelaskan, ada pihak yang memang dipanggil ke sebuah negara untuk bertemu dengan petinggi di sana, pihak ini yang diduga mendapat order, tapi dia salah menerjemahkannya, sehingga Cak Munir Said Thalib dibunuh," katanya.

 

Menurut sumber Warta Kota ini, pihak yang berangkat ke sebuah negara itu adalah orang yang dikenal, dia juga yang kemudian disebutkan namanya oleh sumber TPF Munir dari sebuah kedutaan.

Jadi, orang ini kemudian mengambil sikap untuk melakukan pembunuhan ini.

Dengan skenario yang tentu saja berbelit, akibatnya hanya Pollycarpus Budihari Prijanto yang dibui atas dasar fakta baru rekaman penyadapan pembicaraan antara dia dan Indra Gunawan tersebut.

Saat itu sejumlah sandi untuk orang tertentu disebut seperti Petruk untuk Jaksa Agung kala itu dan nama-nama lainnya termasuk tokoh yang dikenal luas dengan sebutan-sebutan wayang.

Menurut sumber Warta Kota itu, perintahnya memang untuk membunuh, tapi tidak disebutkan namanya hanya ciri-ciri orang yang akan dibunuh.

Halaman
123
Editor: Valdy Suak
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved