Bunga Tinggi, Lender Fintech Terus Melesat

Pertumbuhan penyaluran pinjaman financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending diikuti bertambahnya jumlah pemberi

Bunga Tinggi, Lender Fintech Terus Melesat
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Vice President Corporate Affairs TunaiKita, Anggie Ariningsih?, saat berfoto di Booth TunaiKita di Fintech Day 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pertumbuhan penyaluran pinjaman financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending diikuti bertambahnya jumlah pemberi pinjaman (lender). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Juni 2018 jumlah rekening lender fintech lending sebanyak 123.633 entitas.

Jumlah ini naik 22,48% secara year to date (ytd). Jika dirinci, lender domestik masih mendominasi, yakni 98,7%. Sementara, lender asing baru berjumlah 1.607 entitas atau naik 40,59% dibandingkan akhir Desember 2017.

Direktur Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Aji Satria Sulaiman mengatakan, jumlah pemberi pinjaman bertambah karena bunga menarik. Menurut dia, porsi lender asing relatif mini karena terganjal kejelasan akun bank, skema pelaporan pajak dan lainnya.

"Tapi potensi besar karena bunga yang ditawarkan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain," kata Aji, Kamis (30/8). Saat ini, lender fintech P2P banyak didominasi investor individu.

Tren mulai bergeser dengan bertambahnya lender institusi. Aji mengatakan, hal tersebut seiring pertumbuhan bisnis fintech lending yang menimbulkan kepercayaan investor institusi membenamkan dana di fintech lending. Kabar kolaborasi dengan perbankan terus berkumandang sepekan terakhir..

Investree misalnya bekerjasama Bank Rakyat Indonesia, lalu UangTeman mendapat kepercayaan dari Bank J Trust. Dan KoinWorks mendapatkan kepercayaan dari Bank Mandiri. "Tren global mengarah ke institusi. Begitupun Indonesia," ujar Aji.

Jumlah lender Modalku pun naik lima kali lipat menjadi 55.000 orang hingga Juli 2018 year on year (yoy). Co Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya bilang, dari jumlah itu, pemberi pinjaman Modalku didominasi domestik sedangkan investor asing baru menyumbang 10%. "Lender kami mayoritas dari individu," ujar Reynold, Kamis (30/8).

Sampai akhir tahun 2018, Reynold belum memastikan estimasi lender. Meski begitu, pertumbuhan kepercayaan investor akan bertambah.

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) optimistis minat lender akan bertambah sampai akhir 2018. Co-Founder dan CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, sampai Agustus 2018, lender perusahaan ini mencapai 22.500 orang. "Tiap bulan jumlah lender kami naik 20%," kata Ivan, Kamis (30/8).

Target Akseleran memiliki 35.000 orang lender. Pelaku institusi menjadi lender Akseleran seperti PT Indosurya Inti Finance, PT Globalindo Multi Finance dan PT Andalan Finance Indonesia.

Bank Indonesia
Bank Indonesia (Kompas.com)
Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved