AS Kecolongan: Seorang Tentara Sumpah Setia pada ISIS

Seorang prajurit AS yang bertugas di Hawaii mengaku bersalah telah membantu kelompok teroris ISIS. Sersan Satu Ikaika Kang (35).

AS Kecolongan: Seorang Tentara Sumpah Setia pada ISIS
kompas.com
Potongan video yang disediakan FBI menampilkan Sersan Satu Ikaika Kang memegang bendera ISIS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, HONOLULU -Paham radikalisme bisa menyusup kepada siapa saja. Tak terkecuali pasukan militer yang telah didoktrin. Seorang prajurit AS yang bertugas di Hawaii mengaku bersalah telah membantu kelompok teroris ISIS.

Sersan Satu Ikaika Kang (35), menyampaikan dengan jelas di hadapan hakim pengadilan AS bahwa dia bersalah atas empat tuduhan yang dituduhkan kepadanya.

Kang, mengaku telah memberikan informasi militer rahasia kepada kelompok teroris, menyediakan perangkat drone untuk melacak pasukan AS dan membantu seorang agen yang diyakininya sebagai anggota organisasi teroris.

"Yang Mulia, saya telah memberikan dokumen rahasia yang tidak terklarifikasi kepada ISIS," kata Kang di hadapan pengadilan, dilansir SCMP.

Dia juga tidak membantah saat Asisten Jaksa AS, Ken Sorenson menggambarkan dukungan lain yang diberikannya kepada agen dalam penyamaran yang diyakininya sebagai anggota ISIS.

Disampaikan Sorenson, pada awal 2016, Kang diyakini mulai merasa simpati kepada kelompok teroris. Biro Penyelidikan Federal AS, FBI telah mengumpulkan informasi tentangnya dan memulai investigasi pada Agustus 2016, termasuk dengan mengirim agen untuk menyamar dan mendekati Kang.

Kang diketahui telah menyediakan sejumlah dokumen, termasuk beberapa informasi sensitif, mengenai persenjataan militer AS, sistem manajemen udara, panduan militer, maupun dokumen informasi personel militer AS.

Terlatih sebagai pengatur lalu lintas udara dengan izin keamanan rahasia, Kang juga memiliki informasi tentang kode panggilan, prosedur misi dan frekuensi radio.

Dalam laporan pernyataan tertulis yang disusun oleh informan yang menyamar dan dibacakan di persidangan, Kang menjadi terobsesi dengan video eksekusi, pelaku pembom bunuh diri dan kekerasan lain yang dilakukan ISIS.

Dia disebut menonton video-video tersebut selama empat hingga lima jam sehari, bahkan dapat tertawa dan menghina korban.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved