AS Hapus Pajak Impor Baja Paduan Indonesia

Produk baja paduan alias stainless steel Indonesia akhirnya bisa melenggang bebas masuk ke Amerika Serikat (AS) tanpa terkena

AS Hapus Pajak Impor Baja Paduan Indonesia
Internet
Presiden Indonesia Joko Widodo saat bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Produk baja paduan alias stainless steel Indonesia akhirnya bisa melenggang bebas masuk ke Amerika Serikat (AS) tanpa terkena pajak impor.

Tapi, pembebasan bea masuk baja paduan ini hanya bersifat sementara, selama satu tahun saja.
Kabar baik itu datang dari Bureau of Industry and Security (BIS) AS melalui dua surat kepada Kementerian Perdagangan RI.

Mereka menyatakan, produk baja tertentu dari Indonesia mendapat pengecualian selama kurun waktu satu tahun. Selama ini, AS mematok tarif bea masuk baja paduan sebesar 25%.

Negeri uak Sam mengecualikan baja paduan dengan spesifikasi khusus lantaran industri dalam negeri mereka membutuhkan produk tersebut. Sebab, produksi industri baja lokal AS tidak bisa memenuhi permintaan yang ada, termasuk dari sisi kualitas yang pasar inginkan.

Tambah lagi, dalam suratnya BIS menyatakan, dengan mencabut tarif bea masuk untuk baja paduan itu, mereka tidak menemukan faktor yang bisa mengganggu keamanan nasional. AS pun memberikan kuota impor baja sebanyak 100 ton ke Indonesia.

Purwono Widodo, Ketua Cluster Flat Product Asosiasi Besi dan Baja Indonesia (IISIA), mengapresiasi kebijakan AS tersebut, meski pembebasan tarif bea masuk untuk baja paduan dari Indonesia hanya bersifat temporer.

"Tentu, kami juga menyambut baik keberhasilan lobi pemerintah khususnya menteri perdagangan," katanya kepada KONTAN, Jumat (31/8).

Ia berharap, pembebasan bea masuk itu bisa mendorong ekspor stainless steel Indonesia. Meski begitu, dia mengharapkan, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk baja jenis tertentu saja, juga produk lain. Misalnya, baja karbon atawa carbon steel.

Produk utama Indonesia yakni HRC dan plat baja masih terkena tarif anti-dumping mencapai 47%. "Jadi, kami masih belum bisa ekspor ke AS," ungkap Purwono.

Tidak terasa

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved