OJK Beri Lampu Hijau Bagi RUPSLB AISA: IHSG Rentan Profit Taking

Pihak komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) rupanya pantang mundur untuk mengganti direksi.

OJK Beri Lampu Hijau Bagi RUPSLB AISA: IHSG Rentan Profit Taking
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pihak komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) rupanya pantang mundur untuk mengganti direksi. Komisaris AISA tetap menjalankan rencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Oktober mendatang.

Rencana ini sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengakui, sudah ada laporan masuk ke OJK yang menyatakan AISA akan menggelar RUPSLB. "Agendanya terserah mereka, tapi, katanya mau ganti direksi," tutur Fakhri kepada KONTAN, Rabu (29/8).

Menurut Fakhri, prinsipnya, OJK hanya memastikan tanggal pelaksanaan, agenda dan kuorum tidaknya suatu RUPS. OJK tidak akan campur tangan untuk setiap keputusan yang diambil dalam RUPS. "RUPS itu keputusan tertinggi, jadi laporan keuangan diterima atau enggak, direksi mau diganti atau enggak, semua diputuskan di RUPS," papar Fakhri.

Dia juga menegaskan bahwa OJK bukan lembaga pengambil keputusan. Jadi, pihaknya tidak bisa memutuskan sah atau tidaknya RUPS atau menilai kompetensi direksi. "Itu murni haknya pemegang saham," imbuh dia.

Ketika pemegang saham tidak puas dengan hasil RUPS, maka bisa minta diselenggarakan RUPS lagi. Hal itu bisa diajukan kepada direksi, komisaris, hingga pengadilan. "Jadi, salah alamat jika pemegang saham enggak puas dengan perusahaannya, tapi protes ke OJK," tegas Fakhri.

Namun, untuk memastikan kepentingan pemodal secara umum terlindungi, OJK harus memastikan emiten mengikuti aturan. Yaitu menyerahkan agenda RUPS. "Jangan sampai ada agenda tersembunyi," imbuh dia.

Sebelumnya, Komisaris Utama AISA Anton Apriyantono mengungkapkan, ada dua agenda utama RUPSLB. Pertama, penjelasan dari direksi lama kepada publik mengenai prestasinya selama ini. Ini untuk menjawab berbagai hal yang menjadi pertanyaan publik.

Kedua, komposisi pengurus baru. "Sekarang belum ada (calon direksi baru), karena itu harus dikompromikan dengan semua pihak berkepentingan," kata Anton.
Saat ini, obligator dan kreditur sudah tak percaya dengan kepengurusan yang sekarang. Ini menyebabkan deadlock di internal.

Usai IPO, Madusari Ekspansi Pabrik

PT Madusari Murni Tbk menyiapkan sederet rencana guna menggenjot kinerja. Terlebih, setelah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/8), produsen ethanol ini meraih dana Rp 203 miliar.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help