Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat adalah Prioritas Utama Agenda Mitigasi Gempa Bumi

Wilayah Indonesia secara geologi berada dalam pertemuan lempeng-lempeng besar yang menyebabkan tingginya potensi terjadi gempa bumi.

Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat adalah Prioritas Utama Agenda Mitigasi Gempa Bumi
Internet
Ilustrasi gempa bumi 

Daerah pertemuan lempeng ini bisa kita analogikan seperti dua balok kayu yang saling bertemu dan didorong berlawanan arah. Dorongan yang diberikan ke balok kayu secara terus menerus akan mengakibatkan salah satu atau keduanya patah. Proses patahnya balok kayu inilah yang dalam skala besar disebut gempa bumi. Gempa bumi merupakan suatu usaha dari bumi untuk mempertahankan keseimbangannya.

Sehingga apabila tidak ada gempa bumi kita patut curiga ada sesuatu yang tidak lazim karena kejadian gempa bumi adalah bentuk pelepasan energi stress antara dua lempeng yang saling menekan. Tekanan antara dua lempeng ini apabila tidak dilepaskan dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi gempa bumi yang lebih besar.

Menurut catatan sejarah kegempaan, wilayah Sulawesi Utara dilanda gempa bumi rata-rata 470 kejadian per tahun. Lebih dari 90 % kejadian gempa bumi di Sulawesi Utara didominasi oleh gempa bumi kekuatan sedang antara magnitudo 3,0 hingga 5,0.

Skala magnitudo antara 3,0 hingga 5,0 ini tidak berdampak signifikan bila pusat gempanya jauh dari pemukiman masyarakat, namun bisa saja berdampak serius apabila pusatnya dekat dengan pemukiman dan kedalamannya dangkal.

Salah satu contoh kejadian gempa bumi dengan magnitudo sedang yang merusak adalah kejadian gempa bumi di Banjarnegara pada tanggal 18 April 2018 dengan magnitudo 4,4.

Meskipun bukan termasuk gempa bumi besar namun gempa bumi ini menyebabkan total 471 rumah rusak, 2 korban meninggal, dan 41 korban luka-luka yang tersebar di empat desa. Sementara itu, di Sulawesi Utara juga pernah terjadi gempa bumi besar dengan magnitudo lebih dari 7,0 sebanyak 13 kali dalam kurun waktu 1925 hingga sekarang.

Gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 7,0 yang berpusat di dasar laut dan berkedalaman dangkal wajib diwaspadai karena berpotensi menimbulkan tsunami, seperti yang terjadi pada tanggal 15 November 2014 lalu. Kejadian gempa bumi yang berpusat di tengah Laut Maluku tersebut menyebabkan kerusakan di Kota Manado dan membangkitkan gelombang tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari satu meter.

Sebaran lokasi pusat gempa bumi di Sulawesi Utara menunjukkan pola yang mengikuti daerah-daerah patahan akibat pertemuan lempeng. Secara umum terdapat tiga zona utama lokasi pusat gempa bumi, yaitu di tengah Laut Maluku memanjang ke utara hingga Kepulauan Talaud, daerah Kepulauan Sangihe dan Sitaro, dan daerah Laut Sulawesi di utara Bolaang Mongondow.

Gempa-gempa yang terjadi di Laut Maluku hingga Talaud sebagian besar berkedalaman dangkal dan bertipe patahan naik.

Sebagian besar gempa-gempa yang berdampak serius di Sulawesi Utara berasal dari zona ini, contohnya gempa bumi Talaud yang terjadi pada tanggal 12 Februari 2009 dengan magnitudo 7,4 dan gempa bumi Laut Maluku 15 November 2014 dengan magnitudo 7,3.

Halaman
1234
Tags
gempa
BMKG
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help