Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat adalah Prioritas Utama Agenda Mitigasi Gempa Bumi

Wilayah Indonesia secara geologi berada dalam pertemuan lempeng-lempeng besar yang menyebabkan tingginya potensi terjadi gempa bumi.

Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat adalah Prioritas Utama Agenda Mitigasi Gempa Bumi
Internet
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Rangkaian kejadian gempa bumi besar di Lombok yang diawali gempa bumi magnitudo 6,4 pada tanggal 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA ini menyadarkan kita bahwa gempa bumi terus mengancam setiap waktu.

Mengingat wilayah Indonesia secara geologi berada dalam pertemuan lempeng-lempeng besar yang menyebabkan tingginya potensi terjadi gempa bumi.

Perlu menjadi perhatian kita semua bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa benar-benar tepat memprediksi kapan, dimana, dan seberapa besar gempa bumi yang akan terjadi.

Secara historis, gempa bumi pernah satu kali berhasil diprediksi yaitu saat para ilmuwan China memprediksi gempa bumi Haicheng, China pada tahun 1975, namun setelahnya banyak gempa bumi besar yang gagal diprediksi.

Tidak hanya China, Jepang dan Amerika Serikat pun beberapa kali melakukan upaya prediksi gempa bumi tetapi belum pernah 100% berhasil. Oleh karena itu, saat ini upaya mitigasi gempa bumi dalam bentuk penguatan struktur bangunan dan penguatan kultur (pemahaman masyarakat) lebih diutamakan daripada melakukan prediksi yang prosentase keberhasilannya sangat kecil.

Mengenali potensi gempa bumi di sekitar kita menjadi salah satu upaya mitigasi yang perlu dilakukan agar kita tahu daerah-daerah mana yang sekiranya akan menjadi pusat gempa bumi dan seberapa besar kira-kira kekuatan dan dampak terburuknya.

Apabila kita melihat kondisi geologi dan catatan sejarah kegempaan di wilayah Sulawesi Utara, daerah-daerah rawan gempa bumi di Sulawesi Utara cukup banyak.

Kondisi geologi dan catatan sejarah kegempaan penting untuk dipertimbangkan dalam menilai zona-zona rawan gempa bumi karena dari kondisi geologi kita bisa mengetahui dimana saja terdapat pertemuan lempeng bumi yang berpotensi menimbulkan gempa bumi, sedangkan dari catatan sejarah kegempaan kita bisa melihat bagaimana pola kegempaan yang pernah terjadi.

Kondisi geologi Sulawesi Utara relatif kompleks karena ada pertemuan lempeng-lempeng besar yang bergerak saling berlawanan.

Lempeng Pasifik dari arah timur laut bergerak ke arah barat sedangkan Lempeng Eurasia yang berada di barat relatif diam sehingga Sulawesi Utara yang terletak pada daerah pertemuan lempeng ini sering dilanda gempa bumi.

Halaman
1234
Tags
gempa
BMKG
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved